Sabtu, 22 Juli 2017

Selintas Tentang Fahri Hamzah di Sidang Semalam: Yang Teguh dan Berbeda

Menjelang shalat Jum'at, sesaat setelah tiba dari Surabaya, saya mengikuti bang Fahri Hamzah yang sedang diwawancarai oleh wartawan di Pressroom DPR RI. Wartawan antusias sekali bertanya kepada bang FH.

Beberapa yang saya tangkap, adalah pertanyaan tentang sikap bang FH semalam. Sejak semalam, tulisan berupa fitnah, hujatan dan kecaman datang kepada bang FH dan disebarkan secara massif dan terkoordinir.

Entah oleh siapa. Tapi intinya, tentang ketidakturutan bang Fahri Hamzah dalam aksi Walk Out, seturut dengan sikap partainya (PKS), yang menolak aturan ambang batas Presiden 20 % yang sudah diketok dan disahkan oleh DPR.

Semalam, kami sempat berdiskusi untuk berencana membuat rilis dan klarifikasi. Tapi urung dirampungkan.

Dalam wawancara tadi, bang FH sampaikan bahwa, ada ratusan pasal dalam UU Pemilu yang sudah disepakati secara aklamasi. Tinggal PT nol persen atau duapuluh persen yang menjadi perdebatan. Voting sudah dilakukan dan keputusannya, PT disepakati 20%.

Soal WO karena kalah voting, menurut saya pribadi, justru tidak menyelesaikan masalah. Solusi yang benar adalah mendorong gugatan atas UU Pemilu yang baru untuk dimajukan ke Mahkamah Konstitusi.

Mungkin saja, pendapat saya dipengaruhi anasir subyektifitas karena hubungan saya dengan bang Fahri Hamzah, tapi jika saya boleh berpendapat, bang FH memang harusnya tetap di dalam ruangan.

Ia harus menyelesaikan sidang, mengatur lalu lintas keputusan, dan menjalankan tugas sebaik-baiknya sebagai pimpinan DPR. Itulah esensi tanggungjawab. Ia harus selesaikan UU Pemilu, apapun hasilnya, demi proses dan kemajuan penyelenggaraan kontestasi elektoral sebagai bagian dari demokrasi yang sedang kita ikhtiari bersama.

Banyak orang menganggapnya pengkhianat. Saya tak menemukan esensi pengkhianatan tersebut. Saya justru menemukan kenegarawanan dalam sikapnya semalam; ia secara jantan mengakui bersikap sama dengan yang Walk Out, tapi ia juga secara jelas akan berada di ruangan, menyelesaikan tugasnya. 

Tadi siang ia nampak tenang dan santai. Energinya tak habis-habis. Bahkan oleh cercaan terburuk sekalipun. Ia teguh dengan sikapnya. Saya bangga dengan bang Fahri Hamzah. Kali ini saya tak diam-diam mengungkapkannya.

#negarawan
#tentangFH

Oleh Bambang Prayitno

Tidak ada komentar:

Posting Komentar