Minggu, 01 April 2018

Anis Matta, Presiden RI 2019

Pada 1 Februari 2013, pada hari Jumat, H.M. Anis Matta, Lc. terpilih menggantikan LHI yang terkena kasus Korupsi. Pada hari itu juga AM melepas kedudukan basahnya di DPR sebaga wakil ketua, untuk fokus  menyelamatkan Partai. Bisa dibayangan moral para kader ketika itu berada pada titik nadir terendah, Kasus LHI berbulan-bulan menjadi pemberitaan di hampir semua media, cetak maupun elekotrnik. Banyak kader terutama di kampus, tertunduk malu, tidak berani mengangkat muka, betapa jargon bersih peduli yang selama ini menjadi jargon PKS tiba-tiba runtuh berserak. Bahkan banyak ikhwah ketika itu tidak berani memakai atribut partai. Malu. Semua survey menempatkan PKS tidak akan lolos treshold, kehancuran PKS diprediksi akan terjadi pada pemilu 2014.

Maka tampillah Anis Matta, bersama para asatidz seperti FH, Alm Taufiq Ridho, Mahfuzh Shiddiq dan yang lain, berkeliling ke seluruh Indonesia, membangkitkan moral para kader. Siang malam mereka bekerja untuk mengangkat kembali citra partai. Di sisi yang lain Fahri Hamzah mengambil peran untuk berhadap-hadapan secara langsung dengan KPK, melawan semua upaya pembusukan partai yang menjust seolah PKS dengan kasus yang menimpa Presidennya, sdh tidak layak dengan tagline *bersih*nya.

Maka keajaiban pun terjadi, dengan pertolongan Allah, dalam rentang waktu kurang dari setahun, citra Partai membaik, moral kader terangkat kembali. Pucaknya ketika Pemilu 2014, PKS berhasil lolos Treshold, membalikkan semua prediksi pengamat dan Lembaga Survey.

Peran AM dan FH, dengan tidak mengabaikan kerja kolektif kader,  jelas memiliki peran yang sangat vital. Hal yang kemudian pelan-pelan peran sejarah mereka mulai dikerdilkan oleh sekelompok orang yang sedang bercokol di DPP (intel atau infiltran?). Pemecatan FH yg ditengarai penuh rekayasa, dicurigai muaranya membidik AM. Sasaran akhirnya adalah beliau (AM). Sekiranya FH tidak melakukan perlawanan, upaya pembersihan AM dan para ikhwah yang dipersepsi pengikut AM akan berjalan mulus. Tapi Allah berkehendak lain. Upaya perlawanan FH, membuka mata sebagian kader, bahwa ada masalah yang sedang terjadi di Partai. Bagaimana mungkin bisa diterima oleh akal, kepemimpinan AM yang berhasil menyelamatkan partai yang diprediksi akan karam, fakta bahwa mayoritas anggota majelis syuro’ dan DPW PKS se-Indonesia menghendaki AM melanjutkan periodenya sebagai Presiden Partai, tiba-tiba tidak jadi, lalu muncul sosok MSI yang terpilih sebagai Presiden Partai yang baru.

Sempat menghilang dari peredaran, Bulan Ramadhan tahun lalu, kerinduan kader akan taujih-taujih beliau terpenuhi. AM kembali hadir di tengah kader, meski di beberapa tempat dan kesempatan coba dihalangi. Forum-fourm beliau dipenuhi sesak oleh kader, gelora semangat kader bangkit dengan  gelegar taujih Beliau.

Sekarang, ketika Indonesia yang kekurangan tokoh yang memiliki narasi, Anis Matta muncul kembali dengan  narasi Arah Baru Indonesia (#ABI2019). Para relawan AMPM For RI1 yang terbentuk di hampir seluruh provinsi, sedang bergerak untuk menjemput takdir, lahirnya seorang pemimpin Indonesia yang dengan kekuatan narasinya, akan membawa Indonesia menjadi negara yang memiliki pengaruh besar di percaturan politik dunia. Para relawan yang mendonasikan dari kantong-kantong mereka mencetak atribut AMPM untuk ditebar di seluruh penjuru Negeri, berharap Rakyat Indonesia bisa mengenal calon pemimpinnya, yang akan membawa  mereka ke kehidupan yang lebih baik, yang akan melayani mereka bukan hanya ketika momen pemilu saja, tapi melayani mereka sepanjang waktu, bukan karena hajatan pencitraan, tapi karena panggilan imaniyah, bahwa hakikatnya seorang pemimpim adalah *khadimatul  ummah* (pelayan masyarakat).

Sesungguhnya Presiden Indonesia 2019 sudah tercatat di *Lauhul Mahfuzh*, siapa yang akan menjadi presiden RI 2019 sudah ditetapkan Allah SWT. Beruntungnya, tidak ada orang yang diberi tahu  siapa orangnya,karena itulah para relawan AMPM bergerak siang malam untuk memastikan orang yang sudah Allah tetapkan sebagai pemimpin indonesia yang baru di tahun 2019 adalah ANIS MATTA. ALLAHU AKBAR.

Makassar, 1 April 2018

(syauqy_arr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar