01
Satu konsep dakwah kita yang paling mendasar, adalah al Islam Qobla Jamaah, yakni, menargetkan manusia agar berislam secara kaffah itu jauh lebih dulu daripada mengajak mereka kepada satu jama'ah atau golongan tertentu
02
Dakwah kita itu, mengajak manusia kepada Islam dulu, dengan segala derivatifnya, dengan segala aplikasinya: mengajak manusia untuk memperbaiki Syaksiyah Islamiyahnya (kepribadian Islam), mengajak manusia untuk menerapkan Syumuliyatul Islam (kesempurnaan Islam) dalam setiap sendi kehidupan
03A
Setelah selesai pada tujuan dasar ini, kemudian kita kenalkan pada amal yang pengaruhnya mendunia, kita ajak beramal secara jamaah, kita ajak untuk bersiyasah. Ya, membesarkan partai dakwah: PKS
03B
Sebagian darinya menyambut dengan kegembiraan, kesepakatan, dan janji setia untuk turut berkontribusi dengan apa saja yang dimiliki. Nah, sebagian darinya lagi, menolak: Ngaji kok berpolitik? Islam ya Islam saja, perbaiki diri, tauhid, keluarga lebih penting, toh politisi ya gitu-gitu saja, bohong semua!
03C
Biasa saja, tidak perlu kecewa pada mereka. lanjutkan saja dakwahnya, semoga dihadirkan ganti yang lebih baik, semoga mereka menemui satu titik kritis dalam hidupnya, betapa politik sangat harus diurus, semendesak kesiapan menyambut seruan jihad
04A
Jika salah satu indikator penerimaan dakwah, adalah jumlah orang yang menyepakati nilai-nilai perjuangan kita, maka tahun depan, berapa banyak orang yang memberikan suaranya pada PKS, sebanyak itulah jumlah orang yang berhasil kita dakwahi (?)
04B
Kita tidak sedang memperbincangkan dakwah siapa yang paling benar, dakwah siapa yang paling sunah, jamaah siapa yang paling dekat dengan nubuwah, tidak! Ini perspective PKS, tidak sepakat ya tidak masalah
05A
Suara PKS di,
1999 : 1.436.565 suara
2004 : 8.325.020 suara
2009 : 8.206.955 suara
2014 : 8.480.204 suara
05B
Dua pemilu yang terakhir, terdapat peningkatan jumlah sebanyak 300.000 suara, tapi ini masih sangat kecil, karena jumlah penduduk Indonesia yang bisa memilih, mencapai 150 juta. Artinya, dakwah lima tahun menghasilkan tigaratus ribu orang saja. Bersyukur iya, kemudian evaluasi, dari segi apa dakwah kita yang masih belum bisa diterima oleh publik (?)
06
Jika dibandingkan dengan hampir semua partai yang lain, sesungguhnya, PKS mempunyai hampir semua alasan untuk menjadi partai papan atas, ya, untuk menjadi pemenang dalam setiap pertempuran di ajang pemilu
07A
Sumberdaya manusia yang disebut sebagai kader partai, yakni orang-orang yang, dengan sangat pasti, insyaAllah, tidak hanya akan memberikan suaranya pada setiap pemilu, tapi juga siap merekrut pemilih dengan target per orang yang telah ditetapkan, jumlahnya jelas, datanya lengkap, name by name, orangnya ada semua, bukan fiktif
07B
Sumberdaya manusia, yang disebut sebagai pendukung partai, yakni orang-orang yang, insyaAllah, pasti akan memilih PKS, juga jelas prakiran jumlahnya, meskipun tidak name by name, tapi bisa diandalkan
07C
Mesin politik juga sangat lengkap, tertata dari tingkat pusat (nasional) sampai dengan cabang (kecamatan). Mereka bekerja tidak hanya menjelang pemilu, tapi setiap tahun, setiap bulan
07D
Uang? Meskipun tidak semelimpah partai lain, tapi ada, dan bisa tak terbatas jumlahnya, semua kader menyumbang, bahkan jika tidak bisa dengan uang, tenaga mereka tak terbatas energinya
07E
Tenaga yang tak dibayar ini: pemasang spanduk, panitia kampanye, tim cyber media, relawan tabulasi penghitungan suara, saksi tps, dan perangkat lain yang tak tersebut, itu semua, jika diuangkan, saya yakin, nominalnya jauh lebih besar dibandingkan modal terbesar dari partai terbesar negeri ini
07F
Kedekatan kepada Allâh? Lihat saja ikhtyarnya, hampir setiap konsolidasi besarnya, selalu didahului dengan target ibadah harian yang tidak biasa. Jika menginap acaranya, selalu ada kajiannya, ada sholat malamnya. Perkara Allâh dekat atau tidak, itu hal lain, tidak ada yang bisa menghakimi, tapi PKS sangat mengusahakan hal itu
08
Tapi kenapa prosentase suara nasional, belum pernah mencapai dua digit padahal kita mempunyai hampir semua syarat untuk memperolehnya? Ya, karena politik tidak sesederhana itu
09
Dakwah kita di bidang politik ini, memang tidak semata urusan berapa jumlah kursi yang berhasil diduduki di parlemen, memang tidak semata seberapa banyak kepala daerah yang menang, tapi menjadi dasar evaluasi pertama dalam melihat, sejauh mana publik mendukung apa yang kita perjuangkan, yakni saat mereka memberikan suaranya pada kita
10A
2019? Kita berlomba dengan delapan belas partai yang lain, untuk mendapatkan tempat di hati rakyat. Beberapa di antaranya, sudah sangat jelas ke mana arah perjuangannya, kitapun demikian, sudah sangat jelas, untuk apa berlelah-lelah dalam jihad ini, padahal ada pilihan untuk duduk khusuk dalam mimbar-mimbar kajian di masjid saja
10B
Ya, Kita memilih turun ke gelanggang, berkotor-kotor dalam apa yang orang bilang sebagai subhat-demokrasi-thaghut, karena hajat hidup orang banyak diatur, saat ini, sepenuhnya lewat politik
11
Mesin politik harus segera dipanaskan, segala permasalahan harus segera diselesaikan, kedekatan kepada Allâh ditingkatkan. Karena bukankah Dia berjanji, bahwa kemenangan akan diberikan, kepada orang-orang yang bertaqwa (?)
12
Dengan segala sumberdaya yang ada, dan pertolongan dari Allâh swt, rasa-rasanya, perolehan suara di 2019 pada angka DUABELAS PERSEN itu, kok ya nampak begitu nyata di depan mata
Ayo, Kobarkan Semangat Indonesia!
Prambanan, 25 Maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar