Minggu, 01 April 2018

Arah Barunya AM apa?

Jika anda ditanya hal ini. Maka jawablah dengan super singkat:
Membuat Indonesia menjadi poros ke-3 diantara kekuatan dunia yang akan mendominasi, AS dan Tiongkok. Menguatkan institusi demokrasi Indonesia (termasuk sistem ketatanegaraan, pemberantasan korupsi yang sistemik, dll), membuat Economic Engine of Growth yang baru bagi negeri ini, yang tidak mengandalkan alam sebagai bahan jualan. Lalu memberikan fondasi sosial yang kuat yang menggabungkan antara kekuatan demokrasi, bonus demografi, kesejahteraan, nasionalisme dan relijiusitas.

Inilah kira-kira hal-hal besar yang disampaikan Anis Matta dalam pidato perdana Arab Baru Indonesia.

Jika anda diminta mengelaborasi detail-detail Arah Baru ini, jawablah sekarang belum saatnya membahas hal-hal teknis. Karena penjabaran strategi jauh lebih sederhana dibanding menentukan arah peradaban.

Arah peradaban adalah pekerjaan kepempimpinan, sedangkan kampanye bermodal program kerja adalah tugas manajerial, atau level pemilu mahasiswa. 

Kita tidak meragukan kapasitas manajerial Anis Matta yang kenyang dengan pekerjaan kesekretariatan di PKS. Apalagi kemampuan menentukan arah bangsa-bangsa yang berkali-kali teruji. Sering diminta mengarahkan arah dakwah para pemimpin tertinggi muslim Eropa, timur tengah apalagi Asia Tenggara. Untuk yang Eropa itu, saya saksi hidupnya, dimana para pemimpin muslim Eropa bergabung ingin meminta arah baru dakwah Eropa dari seorang negarawan Indonesia ini.

Andaikan dalam perang Badar Rasul kita ditanya Abu Jahal, apa strategi kamu dalam perang ini, Nabi kita yang cerdas pasti hanya akan mengatakan “Menghancurkan kalian dan memenangkan perang ini”. Bukan menjawab “pasukan berkuda disini, pasukan tombak disana…”

Hanya pemimpin bodoh yang mebeberkan program-program strategis di awal pertempuran. Pertempuran uji program strategis baru akan dimulai Agustus nanti saat lonceng pertandingan berdentang.

Maka fokuskan semua energimu pada pengenalan sosok AM dan Arah Baru Indonesia yang global, bukan meladeni celotehan permintaan proker. Karena inilah tahapan kampanye kita. Yaitu membangun ritme bersama Arah Baru Indonesia bersama Anis Matta.

Jika bagaimana jika anda terus didesak dan didebat? Santai saja, kita sedang fokus para proyek besar. Perdebatan adalah kerikil yang mengurangi kecepatan sprint kita. Opini publik tidak dimenangkan dengan kemenangan debat, tapi dengan repetisi masif dan karya kreatif.

Akan ada waktunya argumen-argumen para ahli politik dan kebijakan publik kita bertarung di depan penantang semua. Saat itu terjadi, bersiaplah, karena mungkin mereka akan kelelahan kalau kita turun gunung.

Nantikan, kita akan buat acara #SharingStrategi bagi Gen AMPM di kotamu. Agar gerak langkah fokus, efisien dan tepat sasaran.

#AnisMatta4Presiden
#SaatnyaNgegas
#FokusElektabilitas

Muhammad Elvandi
Relawan AMPM

Kamis, 29 Maret 2018

Spanduk Anis Matta

Spanduk Anis Matta bertebaran dimana-mana, bahkah baliho dan papan reklame. Kader yg berfikir positif langsung bangga, karena gambar capresnya terpampang di area publik, artinya ini kerja-kerja serius. Tidak penting siapa yang pasang yang penting kerja sudah dimulai.

Tapi kader yg neting (negatif thinking) langsung ambil kalkulator, kemudian menghitung berapa biaya produksi, biaya pemasangan plus menghitung berapa biaya sewa reklame per hari. Setelah itu nyinyir dan satire menanyakan dana darimana untuk semua itu...tidak ada kebanggaan sama sekali, tidak ada syukur sama sekali bahwa ada kader sendiri yang serius mau memperbaiki Indonesia.

Tidak sampai disitu, kader neting juga nyinyir dan satire mempertanyakan Arah Baru Indonesia, apa isinya? apa narasinya? Judul doank tanpa isi? Ya begitulah nyinyiran dan satire di produksi tiap hari oleh entah siapa...

Padahal dari 9 kader PKS yang diamanahkan menjadi bacapres baru terlihat Anis Matta yang serius menjalankan amanah itu. Bacapres diamanahkan untuk sosialisasi ke publik dan mendongkrak elektabiltas PKS. Bukan hanya itu, bacapres juga diminta memenangkan calon kepala daerah yang diusung, apalagi kader sendiri. Dan itu sudah dilakukan Anis Matta.

Harusnya yang dievaluasi adalah bacapres yang sudah diberi amanah tetapi tidak optimal menjalankan amanah tersebut. Sekedar teriak-teriak ganti presiden 2019 tetapi kemudian issue diambil capres partai lain, menari di genderang orang lain.

Para kader neting mungkin sudah lupa, bahwa kader-kader PKS adalah kader-kader penuh pengorbanan, bahkan pengorbanan (tadhiyah) adalah rukun ke-5 dari janji setia terhadap partai dakwah. Maklum Kader neting biasanya langsung loncat rukun ke 10 yaitu tsiqoh jadi kurang mengerti makna tadhiyah.

Ternyata banyak kader dengan amal rahasianya menyumbang sebagian rizkinya untuk biaya pembuatan spanduk, baliho bahkan kaos. Ada juga muhsinin yang menginfaq-kan titik reklamenya. Para relawan sumringah ketika memasang spanduk dan baliho walau cuma berbekal segelas kopi dan sebungkus gorengan.

Situasi ini mengingatkan situasi 1999 dan 2004, dimana kader berjibaku tadhiyah dgn harta, waktu dan tenaga mereka untuk memenangkan PKS.

Spanduk, baliho dan papan reklame itu mencerminkan semangat dan harapan untuk punya Presiden RI yang soleh dan berilmu.

Spanduk, baliho dan papan reklame itu bukti bahwa masih ada militansi untuk bisa bekerja optimal tanpa pamrih apapun

Spanduk, baliho dan papan reklame itu adalah 'izzah dan marwah kader, karena kader sendiri layak memimpin negeri ini. Layak menjadi Pemimpin ummat Indonesia.

Spanduk, baliho dan papan reklame itu adalah simbol perlawanan terhadap rezim, bukan sekedar koar-koar ganti presiden 2019, tetapi juga tegas menentukan siapa yang layak mengganti presiden RI di 2019, agar tidak diambil orang lain.

Spanduk, baliho dan papan reklame itu adalah harga diri partai, tiket PKS akan dipakai sendiri not for sale....

Kaum nyinyirun dan satirun terhadap Anis Matta baiknya segera kembali ke jalan yang benar, gelombang Arah Baru Indonesia baru saja dimulai dan akan membesar sudah tidak bisa dibendung. Relawan dari berbagai macam golongan dan profesi sudah terbentuk tanpa taklimat dan tanpa doktrin taat dan tsiqoh. Karena ketaatan dan tsiqoh lahir dengan sendirinya, tanpa harus di paksa dan di doktrin.

Mereka bekerja tanpa pamrih, berjibaku untuk terus sosialisasi dan konsolidasi, dan itu dari Sabang sampai Merauke...Gelombang Arah Baru Indonesia tidak bisa lagi dibendung...Allahu Akbar.....

Deki Kunanjar:
Jakarta , 24 Maret 2018

Rabu, 28 Maret 2018

Misteri Indonesia 2030 Anis Matta


Jakarta - Diskursus tentang kemungkinan Indonesia bubar pada 2030 yang dipicu oleh buku Ghost Fleet (2015) dan dikomentari oleh politisi dan para tokoh Indonesia ini menarik. Saya ingin menggunakannya sebagai momentum mengukur ketegangan geopolitik dunia dan prospek kekuatan Indonesia. Apa yang akan terjadi masih misteri. Sejumlah pemikir strategis memperkirakan 2030 adalah titik persilangan antara menurunnya dominasi Amerika Serikat dengan menguatnya China di bidang ekonomi, teknologi, dan militer. Jika tidak ada interupsi, maka China akan menjadi negara adidaya nomor satu dunia.

Di atas kertas sebenarnya AS masih jauh lebih unggul dari China, dalam hal ekonomi, teknologi, apalagi militer. Namun, yang dilakukan China sekarang adalah memperkecil jarak, seperti pelari di nomor dua yang sedang bekerja keras menyusul pelari pertama. Pada 2030 itulah diperkirakan mereka akan berlari seiring. Dalam perspektif strategi perang, ini berarti China akan siap dan mampu menghadapi AS jika terjadi eskalasi konflik yang serius di Asia dan dunia.

Masalah di Amerika

Amerika Serikat memang masih unggul dalam banyak ukuran namun ia sekarang tengah bergelut dengan krisis legitimasi para pemimpinnya serta konflik elite yang berlarut-larut sejak awal proses pemilihan umum hingga terpilihnya Donald Trump sebagai presiden. Krisis ini menyebabkan AS tidak mampu melakukan mobilisasi sumber daya besar-besaran karena tidak solidnya kekuatan-kekuatan domestik. Jika Amerika memutuskan pergi berperang, hambatan pertama yang akan dihadapi adalah penolakan besar-besaran dari rakyatnya sendiri.

Amerika juga sedang mencari bentuk kebijakan luar negerinya. Slogan Trump "Make Amerika Great Again" dan "America First" membuatnya berorientasi ke dalam (inward looking) dengan cakrawala yang sempit. Faktor ini yang menyebabkan barisan Amerika tampak belum rapi di tengah konflik global yang terus naik tensinya.

Menurunnya kemampuan Amerika melakukan mobilisasi besar-besaran juga disebabkan menurunnya kekuatan ekonomi. Jika dulu "Barat" menguasai sekitar 70-80% ekonomi global, kini tinggal sekitar 40% karena direbut oleh Asia, khususnya China dan India.

Amerika juga masih limbung karena belum pulih dari terpaan krisis ekonomi 2008. Krisis yang dimulai dari kredit macet sektor properti ini berkembang hingga memukul jantung kapitalisme, pasar bebas, dan secara khusus meruntuhkan kepercayaan kepada sistem keuangan global. Satu per satu raksasa keuangan Amerika tumbang, mulai dari Bear Sterns, Lehman Brothers, hingga AIG. Kemudian muncul krisis utang di Eropa yang meluluhlantakkan Yunani dan merembet ke Irlandia, Portugal, Spanyol, dan Siprus. Bersamaan itu, mulai timbul krisis gelombang pengungsi ke Eropa.

Amerika kehilangan legitimasi di Eropa. Ini tampak dari sikap beberapa negara, salah satunya Kanselir Jerman Angela Merkel yang dengan tegas menyatakan sudah waktunya Barat tidak lagi tergantung pada kepemimpinan Paman Sam. Di dalam negeri, Amerika tidak bisa melakukan konsolidasi elite untuk melakukan agenda-agenda besar.

Kembali ke Ghost Fleet, buku ini bisa dibaca sebagai warning dan provokasi agar Amerika segera melakukan interupsi ketika masih dalam posisi unggul. Ada pihak yang tidak menginginkan Amerika nantinya harus masuk ke suatu konflik-bahkan perang --yang tak mungkin dimenangkannya.

Masalah di China

Dengan segala glorifikasi sebagai keajaiban ekonomi dari Timur, China bukan tanpa masalah. Setelah mencapai puncak pertumbuhan ekonomi 14,2 persen pada 2007, mulai 2015 hingga sekarang angka pertumbuhan China selalu di bawah 7 persen dengan tren menurun. Negeri Panda ini belum mendapat momentum lagi untuk menggenjot roda perekonomiannya. Padahal, dalam bahasa yang sederhana, tidak mudah memberi makan sekitar 1,4 miliar manusia. Konsekuensi dari perlambatan ekonomi adalah menurunnya penciptaan lapangan kerja dan kesejahteraan sehingga ancaman revolusi sosial terus membayangi negeri itu.

Masalah kesenjangan ekonomi pun semakin banyak ditulis oleh media internasional. Pada akhir 2016, Forbes mengutip peneliti

an dari Nanjing Agricultural University, menggambarkan China yang terbagi dua: tujuh provinsi pesisir, yaitu Shanghai, Tianjin, Jiangsu, Zhejiang, Guangdong, Shandong, dan Fujian serta bagian Inner Mongolia adalah daerah berpendapatan tinggi; sementara daerah lain di pedalaman adalah daerah berpendapatan rendah. Pendapatan per kapita di daerah pedalaman hanya 60 persen dari mereka yang tinggal di daerah kaya. Tak heran ada yang menyebut, kota-kota pesisir yang berkilau seperti Shanghai, Guangzhou, atau Shenzhen tak ubahnya ruang tamu yang indah untuk menyembunyikan ruang dalam yang sederhana.

Namun, Presiden Xi Jinping lebih mampu melakukan konsolidasi ke dalam, terutama setelah konstitusi negeri itu menghapus masa jabatan presiden. Ia tidak memiliki masalah legitimasi kepemimpinan dan konsolidasi elite seperti yang dihadapi Trump. Xi juga lebih mampu mengendalikan masyarakat sipil untuk konsolidasi agenda-agenda besar.

Konsolidasi kekuatan militer tampak dari belanja persenjataan yang terus naik. Data resmi menunjukkan pada 2016 belanja militer China USD 146 miliar (Rp 1.900 triliun), naik 11 persen dari USD 131 miliar pada 2014. Angka ini menempatkan China sebagai nomor dua persis di bawah AS. Dari sisi industri pertahanan pun China telah menjadi eksportir senjata terbesar nomor tiga dunia, memasok persenjataan ke 35 negara dengan pembelian signifikan dari Pakistan, Bangladesh, dan Myanmar.

Dalam perspektif kritis, agenda Xi memperkuat militer juga bertujuan mengantisipasi kemungkinan terjadinya pembelahan sosial yang tidak terkendali. Konsolidasi elite juga dilakukan dengan memberangus lawan-lawan politiknya melalui isu pemberantasan korupsi.

China dengan cerdas memanfaatkan hamparan kontinen Asia untuk memperkuat posisi geopolitiknya melalui pembangunan jalan dan rel kereta serta jalur pipa gas. Belajar dari Barat, China juga memperkuat dominasinya dengan membentuk lembaga keuangan raksasa Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dengan 67 negara anggota, termasuk sejumlah negara Eropa seperti Belanda, Swiss, Jerman, dan Israel.

China mengadopsi kapitalisme untuk menggenjot pertumbuhan ekonominya, tetapi masih menetapkan komunisme dalam sistem ideologi dan politiknya, seraya menjaga jarak terhadap kapitalisme global. China bahkan mulai masuk ke isu sensitif seperti Palestina-Israel dan konflik Suriah.

* * *

Mengikuti alur di atas, jika tidak ada interupsi, China akan menjadi negara adidaya nomor satu di dunia. Interupsi yang mungkin terjadi adalah krisis ekonomi dalam skala besar atau perang. Itulah misteri yang baru akan terjawab pada waktunya. Lalu, di mana Indonesia di tengah konflik yang memanas ini? Katakanlah, jika Laut China Selatan mengalami eskalasi, apa yang bisa kita lakukan?

Lebih penting lagi, bisakah Indonesia menjadi faktor interupsi agar perimbangan kekuatan dunia tetap terjaga sehingga usia perdamaian bisa lebih panjang? Itu yang harus dijawab oleh para pemimpin. Jika bisa mengelola semua potensi yang dimiliki, seharusnya Indonesia duduk di meja utama perundingan dunia.

Anis Matta
Pengamat politik internasional

https://news.detik.com/kolom/3938767/misteri-indonesia-2030

MEMBACA ANIS MATTA & BIOGRAFI PKS


PKS adalah harta berharga Ummat Islam dan Bangsa Indonesia, lahir bukan karena uang atau ego orang-orang besar tanpa ide dan pikiran. PKS lahir sebagai bagian dari ikhtiar mengisi reformasi 1998 yang hampir 20 tahun berjalan. PKS lahir dengan ide dan idealisme.

PKS lahir memikul ide untuk menegakkan keadilan dan menebar kesejahteraan. Adil dan Sejahtera adalah termasuk 2 isu inti dalam negara. Dan Islam sebagai pondasi PKS meletakkan 2 isu itu sebagai dasar untuk membangun kehidupan bersama apapun bentuknya.

Saat reformasi mulai bergema di ujung 1997 akibat krisis ekonomi yang melanda Asia Tenggara, para aktifis dakwah berkumpul merumuskan antisipasi dan bentuk baru pergerakan jika ada perubahan mendasar. Dan perubahan berlangsung lebih cepat dari yg diperkirakan.

Keruntuhan rezim orde baru adalah peluang bagi semua orang, termasuk bagi itikad baik para aktifis pergerakan. Maka, sebuah partai dilahirkan melalui sebuah perdebatan panjang. Salah seorang inti pemikiran itu adalah @anismatta, seorang pemikir dan aktifis pergerakan.

Ini nanti yang menjelaskan kenapa @anismatta begitu nampak mengakar? Karena ia meletakkan narasi dan dasar berpikir dalam pergerakan partai lebih banyak dari orang lain. Ini soal biografi pikiran yang barus kita tuliskan.

Nanti saya akan mulai tulis percakapan saya dengan @anismatta kemarin saat saya menghampirinya tak jauh dari Geneva ke Budapest tempat beliau sedang ada urusan keluarga. Sebuah percakapan padat tentang masa depan Islam dan Indonesia sebagai harapan baru dunia.

Kenapa setelah #20TahunReformasi bangsa nampak diam dan mendekam? Kenapa pembaharuan berhenti? Kenapa negara jatuh ke tangan amatiran? Kenapa PKS stagnan dan berujung perkelahian? Apa harapan kita ke depan? Semua hadir dalam percakapan bersama @anismatta .

Dari Geneva, Swiss saya sempat mampir ke budapest sehari berjumpa @anismatta, sahabat guru dalam banyak hal. Beliau sedang ada acara keluarga dan pas saat saya bisa bertemu dan meluangkan waktu seharian.  Dari pagi sampai malam dan berpindah tempat.

Belakangan beliau memang cukup sering ke luar negeri untuk banyak urusan; seminar, berbisnis dan juga urusan keluarga di negeri seberang. Saya mampir karena kalau di Jakarta pun kadang sulit bertemu dan mengatur waktu. Dialog yang berkesan.

Maka melanjutkan waktu yang ada, saya mencoba mendengar apa evaluasi beliau atas peristiwa kita  belakangan. Bukan semuanya, sebab sebetulnya kami juga sering banyak bicara dan membaca sejarah kita.  Sejak masih menjadi mahasiswa .

Saya kuliah di FEUI (Fakultas Ekonomi UI) dan beliau berkuliah di LIPIA yang juga berada di jalan Salemba, Jakarta.  Selain karena kampus yang berdekatan kami juga tinggal berdekatan. Saya menjadi pengurus masjid ARH yang  bersejarah itu.

Kampus pak @anismatta Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) adalah cabang Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud Riyadh didirikan pada tahun 1400 H/1980 M. Saat ini LIPIA Jakarta berlokasi di Jalan Buncit Raya No. 5A, Ragunan, Jakarta Selatan.

LIPIA dalam sejarah pergerakan #BiografiPKS adalah kampus yang cukup penting. Ia tidak saja menyuplai para aktifis tetapi juga menjadi pemberi warna dari kajian kampus yang terasa kering. Mereka membawa gagasan yang lebih menyala.

Anak-anak LIPIA ini diundang sebagai mahasiswa dan mendapatkan beasiswa yang cukup dari universitasnya. Itulah sebabnya saya menemukan lulusan terbaik dari pesantren di seluruh Indonesia akhirnya berkuliah di LIPIA. Mereka tumbuh cemerlang.

Sebenarnya banyak tokoh nasional dengan berbagai spektrum pemikiran pernah mengenyam pendidikan di LIPIA. Orang seperti Habib Rizieq dan Ulil Absar dan banyak lagi pernah mampir sekolah. Ketua Majelis Syuro PKS Ust. Salim Aljufrie adalah dosen LIPIA.

Maka, di antara yang menonjol dan menyelesaikan studinya di LIPIA serta lulus dengan predikat terbaik adalah @anismatta. Sejak mahasiswa beliau memang nampak istimewa, beliau menjadi narasumber yang menarik jika sedang bicara berbagai tema.

Anis Matta bicara banyak tema; mulai tema fiqih tentang semua hal sampai tema kepribadian; cinta, membangun relasi yang baik, pesona, sampai tema politik, negara dan pergerakan global. Beliau menulis banyak buku dan serial termasuk soal demokrasi dan kepahlawanan.

Itulah yang membuat saya dekat. Saya bergaul dan tumbuh bersama secara intelektual. Kami mengalami masa-masa ketika pikiran mencoba menemukan jawaban. Lulus dari FEUI dan LIPIA kami mendaftar di S2 Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik (MPKP) UI tahun 1997.

MPKP adalah program baru yang di buka Pascasarjana UI dan direktur pertama program ini adalah Ibu Sri Mulyani, yang sekarang menjadi menteri keuangan. Kami tinggal di Utan Kayu dan kuliah di Depok. Setiap hari di atas kereta api kami berdialog pagi dan sore.

Kuliah S2 nampaknya tidak bisa lama, sebuah denyut sejarah berdetak semakin keras. Akhirnya ujian tengah semester MPKP sekitar bulan Februari 1998 kami bolos, nampaknya ada persiapan lain yang sedang dilakukan, Reformasi!

Anis Matta adalah konseptor, ia menulis banyak hal dalam transisi kita. Sewaktu kami menyelenggarakan Forum Silaturahim LDK (Lembaga Dakwah Kampus) di Universitas Muhammadiyah Malang, beliau hadir menjadi narasumber. Prabowo juga dijadwalkan hadir meski kemudian batal.

Kita ketahui kemudian bahwa FSLDK Malang tanggal 29 Maret 1998 melahirkan organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang akhirnya banyak tokoh utamanya menjadi pendiri PK atau sekarang menjadi PKS.

Demikian sejarah sebuah pertemuan. Tentu banyak tokoh yang saya temui tetapi kali ini saya menulis soal seorang pemuda yang memberi kesan kepada pergerakan. Seorang penulis, aktifis, ideolog dan marka perjuangan. Dialah anis matta.

Saya ingat, saya menjadi wakil sekjen beliau di PKS belasan tahun. Dan mendapatkan pengalaman terbaik untuk menjadi yang mengerti tentang sejarah sebuah ide. Anis matta tidak saja pemikir Islam tetapi juga pemikir ilmu dan sejarah sosial dunia yang mendalam.

Bacaannya luas, pengertiannya tentang agama yang berasal dari kitab-kitab klasik membuatnya mudah berkomunikasi dengan kaum tradisionalis pesantren dan klasik tetapi kemampuannya membaca dan bergaul membuat ia aktual membaca peta terkini kita.

Lalu apa saja yang kami percakapkan? Bagaimana Anis Matta membaca peta masa depan? Bagaimana AM melihat situasi sekarang? Sebuah percakapan padat di sudut kota Budapest kemarin. Nanti kita lanjutkan.

Twitter @Fahrihamzah 28/3/2018

Rabu, 04 Oktober 2017

*ANTARA KEBANGKITAN PKI, MASA DEPAN UMMAT ISLAM DAN KEDAULATAN BANGSA INDONESIA* Oleh *Suripto SH* (Pengamat Intelijen, Pertahanan dan Keamanan)


1. Pada tahun 1972 saya bersama Prof Fuad Hasan dan Jenderal Soemitro Pangkopkamtib datang ke Pulau Buru. Kesimpulan saya adalah 90% tapol tidak paham politik. Mereka terbawa suasana dan menjadi ‘korban’ perseteruan elit politik era Perang Dingin. Yang sadar ideologi hanya 10% saja.

2. Perhitungan saya waktu itu dari 7 juta anggota PKI ada sekitar 200.000 anak keturunannya yang masih berusia di bawah 12 tahun, 20 tahun ke depan seberapa besar mereka ini menjadi ancaman? Sehingga saya terus berusaha mancari tahu di mana saja dan oleh siapa saja mereka ini dibina. Sehingga saya usulkan agar ada program untuk melakukan penelusuran secara mendalam terhadap mereka.

3. Ternyata ada yang dibina dan ditampung oleh yayasan, beberapa di antaranya yasasan Katolik. Tidak ada yayasan atau organisasi Islam yang membina mereka. Sekarang mereka berusia 40-45 tahun.

4. Pengikut PKI itu sama seperti pecandu narkoba. Harus dibina agar sembuh. Jadi kalau sekarang orang ramai bicara soal kebangkitan PKI itu sebenarnya tergantung pada 2 faktor; yaitu pertama siapa aktor-aktor yang memotivasi, dan kedua faktor-faktor lain yang mempengaruhi.

KOMUNISME ADALAH SPARING PARTNER KAPITALISME

5. Deng Xiao Ping mencetuskan ide ‘One State Two Systems” (satu negara, dua sistem) sehingga Cina yang dulunya adalah negara komunis berubah menjadi negara kapitalis (kapitalisme negara, state capitalism).

6. Cina daratan sekarang ini berusaha melakukan hegemoni untuk menguasai dunia, bersaing dengan USA dan sekutu-sekutunya. Salah satunya melalui proyek OBOR (One Belt One Road) untuk menghidupkan kejayaan jalur sutra perdagangan dunia, dengan biaya 1 Trilyun USD (dari sekitar 28 T cadangan duit Cina).

7. OBOR dibangun di darat dan laut ke Eropa dan Amerika melalui berbagai negara di Asia Pasifik dan Afrika.

8. Salah satu jalur OBOR  melewati Myanmar yang dari dulu dikenal sebagai jalur narkoba bagian dari segitiga emas narkoba di Asia (Burma, Laos, Thailand) sejak zaman Perang Candu. Saat ini saja kita lihat berton-ton narkoba masuk ke Indonesia dan mulai menyasar anak2 SD. (Apa jadinya kalau jalur segitiga emas narkoba Asia Tenggara itu terintegrasi dengan jalur infrastruktur OBOR Cina?)

9. Itulah mengapa Rohingya dibantai rezim junta militer Myanmar karena mereka sudah menjadi komprador dan bodyguard strategi global Cina melalui pembangunan infrastruktur, invasi dan investasi penguasaan Asia Tenggara. Pelabuhan internasional Cina akan dibangun di Myanmar yang punya akses laut ke Samudera Hindia, dan akan dilengkapi dengan jalur pipa gas. (Akses laut Cina selama ini harus melalui Laut Cina Selatan dan Selat Malaka).

10 Di samping itu banyak negara di Asia Tenggara yang sudah dikuasai Cina seperti Laos, Kambodia dan Malaysia. Banyak tanah di sekitar KL yang sudah dikuasai Cina. Cina akan mebuaat kota baru di negara-negara luar Cina sebagai ibukota Cina. Di Malaysia akan dibangun kota baru dilengkapi jalur KA ke Beijing via Johor Baru dengan anggaran Rp 500 Trilyun.

11. Meikarta juga diproyeksikan sebagai kota baru untuk persinggahan warga Cina dengan anggaran Rp 278 T. Semua adalah proyek ekspansionis hegemonis Cina untuk menguasai negara-negara di Asia.

12. Wisatawan dari Cina yang datang ke Indonesia berkisar 20% dari keseluruhan 6,7 juta turis asing di Indonesia (2016). Kita tidak tahu apakah mereka itu pulang lagi ke negaranya atau stay di Indonesia.

13 Kembali ke soal PKI, sebagai ancaman ideologi sebenanrnya sudah tidak ada. Gerakan komunis internasional (Kominter) sudah tidak ada. 1991 ketika Tembok Berlin runtuh sebenarnya menandai berakhirnya ideologi komunis di dunia.

14. Generasi penerus PKI ini hanya dijadikan sebagai alat untuk mengamankan proyek-proyek Cina di Indonesia. Seperti yang disampaikan Ustadz Abu Ridho di sesi awal tadi tentang adanya Keputusan Kongres Nasional ke-8 LMND (Liga Mahasiswa Nasional Indonesia) di Rangkasbitung yang dihadiri oleh anak-anak PKI. Mereka akan menguasai 7 desa di tiap kabupaten/kota dan akan mengamankan asset2 perusahaan dan proyek2 Cina di Indonesia.

15. Dendam kesumat PKI ini disalurkan melalui populisme (paham yang  mementingkan rakyat kebanyakan). Sejalan dengan program Yahudi 1776 dan Protokol Zionis 1842 dengan jargon ‘One State, One Society. One Globe, One Government’ (Satu negara, satu masyarakat. Satu dunia, satu pemerintahan). Yahudi akan menguasai dunia melalui penguasaan pasar, penguasaan keuangan dan penguasaan sumber daya alam (SDA).

16. Yahudi sudah lama menguasai dunia. Keluarga Rotschild saja menguasai aset 1 Trilyun USD. Ada 12 keluarga besar Yahudi menguasai asset dan tersebar di USA, Eropa dan Australia.

17. Lantas apa kaitannya dengan PKI? Karl Marx adalah seorang Yahudi! Manifesto Komunis = Yahudi. Kapitalisme adalah merkantilisme. Sehingga sebenarnya KOMUNISME ADALAH SPARING PARTNER KAPITALISME. Sehingga saat kita lihat kebangkitan kaum new left (kiri baru) yang sekaligus juga muncul kebangkitan populisme di Barat. Populisme itu kini juga sudah diadopsi oleh kelompok-kelompok yang dendam kesumat tadi (anak-anak PKI).

SIKAP UMMAT ISLAM

18. Kita harus waspada atau diam saja? Menurut saya ummat Islam harus EKSTRA WASPADA. Karena ideologi 2 sistem (kapitalisme dan komunisme) itu tadi akan diterapkan juga di negara-negara lain di luar Cina, TERMASUK DI INDONESIA.
Dulu di zaman orde lama NASAKOM jelas sekali dibenturkan dengan ummat Islam dan TNI. Sehingga sikap Ummat Islam dan TNI juga tegas. Saat ini bisakan kebersamaan ummat Islam dan TNI itu dijalin lagi? Sementara banyak perwira-perwira militer yang sudah hidup enak sekarang.

INDONESIA HARUS BERDAULAT

19. Indonesia harus berdaulat! Jangan mau dijadikan obyek ekspansi dan populisme negara lain. Tahun 2030 akan muncul ANCAMAN BESAR yaitu perebutan PANGAN dan ENERGI di seluruh dunia. Penguasaan pangan oleh perusahaan Israel di Indonesia dilakukan melalui Cargill. Penguasaan energi khususnya di Papua oleh negara-negara asing, terutama gas, minyak bumi, energi surya dan panas bumi. Banyak perusahaan Israel yang mengincar beberapa wilayah di jabar dan Banten.

20. Cina juga sudah ancang-ancang akan merebut perkebunan dan pertanian di Papua. Sudah ada banyak kontrak antara kepala2 daerah dengan perusahaan2 Cina.

21. Di Sulawesi Tenggara ada tambang nikel. 50% penumpang pesawat Jakarta-Kendari PP adalah orang-orang Cina. Uranium (bahan nuklir) dengan deposit besar ditemukan di Sulbar, Kalteng dan Papua.  Indonesia akan menjadi PUSAT PERTARUNGAN sumber daya alam!

22. Di antara kebangkitan PKI, masa depan ummat Islam dan kedaulatan bangsa Indonesia kita harus MEMBANGUN INDONESIA BARU, membersihkan kepentingan asing yang merusak kedaulatan.

23. Susun barisan! Bukan hanya menghadapi PKI tetapi yang lebih besar. Yaitu kaki tangan asing yang membuat kita tak berdaya. Sanggupkah kita mengamankan kedaulatan kita?

24. Jangan sampai Indonesia menjadi negara bermata uang Cina karena tak sanggup bayar utang ke Cina! Bisakah kita dengan tegas berkata seperti Mahathir Muhammad, ex PM Malaysia, bahwa kita sudah mulai dijajah?

25. Renungkan bersama! Tindak lanjuti! Ini hanya pengantar. Bikin posko-posko untuk mengantisipasi ancaman-ancaman tersebut. Terutama di Banten. Ancaman ini lebih berbahaya daripada letusan Gunung Agung, yang letusannya diyakini oleh banyak orang akan diikuti dengan pertumpahan darah (lagi).

Serang, 30 September 2017.

_(Disampaikan di depan para Tokoh, Alim dan Ulama Banten di Kota Serang)_

Senin, 02 Oktober 2017

Presiden

Harus ada pemimpin dari anak" terbaik bangsa ini yang memiliki, jagonya sukarno, kemampuan menegement suharto, intelektualitas habibi dan keulamaan gus dur

Fahri Hamzah

Minggu, 23 Juli 2017

NARASI HTI DAN ISOLASI NEGARA PADA RAKYATNYA SENDIRI

Sore ini,
Mungkin sampai malam,
Secara maraton saya ingin membuat refleksi singkat... sebab ada yang bahaya.

Perpu Ormas, sebuah produk hukum dadakan mulai bekerja dan negara mulai melakukan persekusi kepada rakyatnya...

Ini adalah tragedi yang lukanya belum sembuh.. lalu luka itu dirobek kembali... akan ada kepedihan..

Ini tragedi bangsa kita...
Tentang harga manusia dan kebebasan manusia.. sesuatu yang baru saja kita ingat lalu kita lupa kembali...

Maka saya menulis ringan sebuah pengalaman agar kita bersama melawan lupa... melawan nasib buruk di depan mata..

Saya lahir 1971 di hari orde baru memulai legitimasinya melalui pemilu.. lahir di sebuah desa kecil di sumbawa... NTB...

Tahun 1971 masih gelap.. listrik masuk desa baru  tahun 1984... aku tidak mengerti dunia lain..

Dunia kami hanya keluarga, tetangga, sungai, hutan, laut dan keramahan orang desa.. apa adanya...

Aku tidak mengerti politik... tidak mengenal aktornya.. kami hanya mengenal agama.. dan cengkrama antar tetangga...

Itulah yang merekatkan pikiran dan ingatanku dengan seseorang yang kukenal kuat dalam ingatan..

Kami memanggilnya Nde Sudin. Panggilan yang mengandung 2 kata, Nde yg artinya paman (atau bibi) dan Sudin nama beliau.

Anak2 sumbawa memanggil lelaki setengah baya sebagai paman (bibi juga nde). Demikianlah keakraban kami. Jika NdeSudin adalah pria setengah baya.

Nama panjangnya Syamsuddin. Beliau sekeluarga persis tinggal di depan rumah kami di Sumbawa.

Sehari-hari NdeSudin adalah pemilik bengkel sepeda di depan rumah. Lelaki bersahaja Beristerikan NdeSari.

Anak2 mereka mengaji di tempat abahku; Itik, Her, Amin, Ded dan Asia. Aku akrab dengan mereka sebab setiap maghrib kami mengaji bersama.

Sepulang sekolah aku senang menonton NdeSudin bekerja di bengkel sepeda  sampai malam hari bersama Anak2 beliau.

Anak2 NdeSudin dan NdeSari rajin mengaji. Tetapi NdeSudin tak pernah nampak pergi jumatan.

Dalam rentang usia TK sampai SMP saya belum mengerti kenapa beliau jarang ke mesjid atau nampak sholat 5 waktu.

Meski kemudian saya mendapat informasi bahwa beliau adalah musuh Pemerintah, beliau dituduh simpatisan Partai Komunis.

Sumbawa adalah basis Masyumi dan kami berasal dari keluarga Masyumi Totok. Tapi PKI sebagai partai besar pasti punya banyak simpatisan.

Dugaan saya NdeSudin pernah simpati dengan komunis karenanya kemudian menjadi dasar adanya isolasi.

Ketika NdeSudin muda, saya tidak melihat efek isolasi kepada beliau di tengah rezim militer yang represif.

Tapi setelah beliau wafat, saya melihat ada yang getir pada kehidupan mereka. NdeSudin seperti tersingkir dan terusir.

Keluarga NdeSudin rupanya diisolasi melalui mekanisme negara, KTP mereka diberi tanda dan pelayanan publik diskriminatif.

Di desa dan di tempat kami tangan negara tidak terlalu mencengkeram awalnya ia samar.. tapi makin lama efeknya nampak kentara.

Sewaktu kecil saya tidak mengerti apa yang mereka rasakan sebab kami melihat mereka bahagia seperti yang lain.

Tetapi semakin dewasa saya melihat efek dari isolasi itu kepada keluarga mereka nyata.

Bagi keluargaku NdeSudin dan keluarga  seperti saudara. Tapi di luar sana isolasi terus bekerja.

Entahlah, perasaan saya dihantui oleh perasaan bersalah kenapa saya tidak banyak tahu kisah Nde Sudin selanjutnya.

Pernah terdengar beliau pindah ke daerah lain, mereka sekeluarga berpencar dan banyak yang meninggal dunia sudah.

Itik, Ded, Her dan semua adiknya tidak menikah di kampung kami. Ada kemungkinan tetangganya mulai berbisik.

"Jangan pernah punya keturunan dari anggota PKI maka seumur hidup anak cucumu akan sengsara".

Ini nyata. Di UI dan waktu SMA saya pernah punya GURU cemerlang tapi tidak punya karir karena "tidak bersih lingkungan".

Dan sepertinya saya menemukan itu sekarang, ada bekas yang kuat pada diri mereka yang terpinggirkan dan tersisih.

Kisah NdeSudin menghantui saya setelah rezim @jokowi membubarkan HTI. Dan selanjutnya HTI diperlakukan seperti PKI.

Lalu pagi ini wartawan menghubungi saya bahwa Nama2 pengurus dan simpatisan HTI juga mulai diedarkan untuk diawasi.

Dan saya mendengar ada kampus yang mulai mendata dosen dan mahasiswa. Dengan ancaman2:  "Mereka akan kena akibatnya".

Seorang pejabat POLRI aktif mengatakan bahwa PNS akan dipecat karena ikut HTI dll. Polisi kini sedang berburu.

Di luar ada ormas yang terus mengkampanyekan pembubaran HTI maka yang kita temukan adalah operasi yang sama di awal orde baru.

Tapi orde baru relatif bisa dimengerti karena PKI melakukan kekerasan dan kudeta terhadap kekuasan yang sah.

Lalu darah tumpah di  mana-mana karena perang saudara dan jangan lupa bahwa PKI adalah "partai penguasa".

Orde baru membubarkan PKI setelah pengkhianatan itu nyata dan instrumen yg dipakai adalah TAP MPRS sebagai konsensus tertinggi.

Sekarang apa yang nyata dari tindakan HTI? Apa versi pemerintah tentang anti pancasila? Ayo bicara dong...

Bom mana yang diledakkan HTI dan Kelompok Teroris mana yang punya jaringan komando ke HTI? Buka dong!

Rasanya ini terlalu elementer untuk kita perdebatkan. Karena pengalaman kita seharusnya tidak lagi membuat kita masuk lubang yg sama.

Jadi bayangkanlah,
Pemerintah membubarkan sebuah ormas tanpa bangsa dan rakyatnya diberitahu apa sebetulnya yg terjadi.

Padahal kalau 1 orang akan ditangkap atau dijadikan tersangka harus ada 2 alat bukti. Sekarang apa 2 alat bukti buat HTI?

Saya mengenal kawan2 HTI dan mengetahui buku apa saja yang mereka baca serta metode berpikir mereka.

Rasanya yang paling penting dari konsep HTI adalah Khilafah. Sebuah metode kepemimpinan klasik dalam pemikiran politik Islam.

Selama ini saya tidak melihat keberanian HTI untuk meng-exercise lebih lanjut pikirannya makanya berhenti pada narasi.

Itulah sebabnya mereka gak berani membuat partai politik. Partai mereka adalah ormas. Tahulah kita batas kekuatan ormas.

Boleh jadi ada agenda lain HTI apakah itu kita tidak tahu. Tapi kalau mau bikin khilafah caranya gimana? Partai islam aja kesulitan.

Jadi HTI ini hanya bermimpi soal masa lalu yang indah tapi masak mimpi aja jadi anti pancasila dan ilegal? Ayo jelaskan!

Sikap berlebihan pemerintah jelas HTI ini akhirnya bisa dijelaskan dengan teori benturan peradaban dan war on terror.

Ini yang kita sayangkan. Karena pemerintah kita termakan dengan apa yang datang dari barat. Kali ini kita seperti tidak punya kemandirian.

Padahal, saya ingat dulu zaman ibu Megawati menjadi presiden dan bapak Taufik Kiemas masih hidup. Nuansa independen kuat.

Pernah ada permintaan ekstradisi dari negara asing  kepada presiden atas Abu Bakar Baasir tapi ditolak ibu mega.

Bahkan pak Taufik Kiemas datang ke penjara menjenguk orang yang dianggap paling berbahaya tersebut.

Kita bangsa Indonesia harus memiliki mekanisme kultural untuk menghadapi masalah agama dan Kelompok sosial yg ada.

Bangsa kita terlalu besar dan kompleks untuk ikut2 pada pandangan orang tentang diri kita sendiri.

Twitter @Fahrihamzah
14.32-22.44 23/7/2017