Rabu, 04 Oktober 2017

*ANTARA KEBANGKITAN PKI, MASA DEPAN UMMAT ISLAM DAN KEDAULATAN BANGSA INDONESIA* Oleh *Suripto SH* (Pengamat Intelijen, Pertahanan dan Keamanan)


1. Pada tahun 1972 saya bersama Prof Fuad Hasan dan Jenderal Soemitro Pangkopkamtib datang ke Pulau Buru. Kesimpulan saya adalah 90% tapol tidak paham politik. Mereka terbawa suasana dan menjadi ‘korban’ perseteruan elit politik era Perang Dingin. Yang sadar ideologi hanya 10% saja.

2. Perhitungan saya waktu itu dari 7 juta anggota PKI ada sekitar 200.000 anak keturunannya yang masih berusia di bawah 12 tahun, 20 tahun ke depan seberapa besar mereka ini menjadi ancaman? Sehingga saya terus berusaha mancari tahu di mana saja dan oleh siapa saja mereka ini dibina. Sehingga saya usulkan agar ada program untuk melakukan penelusuran secara mendalam terhadap mereka.

3. Ternyata ada yang dibina dan ditampung oleh yayasan, beberapa di antaranya yasasan Katolik. Tidak ada yayasan atau organisasi Islam yang membina mereka. Sekarang mereka berusia 40-45 tahun.

4. Pengikut PKI itu sama seperti pecandu narkoba. Harus dibina agar sembuh. Jadi kalau sekarang orang ramai bicara soal kebangkitan PKI itu sebenarnya tergantung pada 2 faktor; yaitu pertama siapa aktor-aktor yang memotivasi, dan kedua faktor-faktor lain yang mempengaruhi.

KOMUNISME ADALAH SPARING PARTNER KAPITALISME

5. Deng Xiao Ping mencetuskan ide ‘One State Two Systems” (satu negara, dua sistem) sehingga Cina yang dulunya adalah negara komunis berubah menjadi negara kapitalis (kapitalisme negara, state capitalism).

6. Cina daratan sekarang ini berusaha melakukan hegemoni untuk menguasai dunia, bersaing dengan USA dan sekutu-sekutunya. Salah satunya melalui proyek OBOR (One Belt One Road) untuk menghidupkan kejayaan jalur sutra perdagangan dunia, dengan biaya 1 Trilyun USD (dari sekitar 28 T cadangan duit Cina).

7. OBOR dibangun di darat dan laut ke Eropa dan Amerika melalui berbagai negara di Asia Pasifik dan Afrika.

8. Salah satu jalur OBOR  melewati Myanmar yang dari dulu dikenal sebagai jalur narkoba bagian dari segitiga emas narkoba di Asia (Burma, Laos, Thailand) sejak zaman Perang Candu. Saat ini saja kita lihat berton-ton narkoba masuk ke Indonesia dan mulai menyasar anak2 SD. (Apa jadinya kalau jalur segitiga emas narkoba Asia Tenggara itu terintegrasi dengan jalur infrastruktur OBOR Cina?)

9. Itulah mengapa Rohingya dibantai rezim junta militer Myanmar karena mereka sudah menjadi komprador dan bodyguard strategi global Cina melalui pembangunan infrastruktur, invasi dan investasi penguasaan Asia Tenggara. Pelabuhan internasional Cina akan dibangun di Myanmar yang punya akses laut ke Samudera Hindia, dan akan dilengkapi dengan jalur pipa gas. (Akses laut Cina selama ini harus melalui Laut Cina Selatan dan Selat Malaka).

10 Di samping itu banyak negara di Asia Tenggara yang sudah dikuasai Cina seperti Laos, Kambodia dan Malaysia. Banyak tanah di sekitar KL yang sudah dikuasai Cina. Cina akan mebuaat kota baru di negara-negara luar Cina sebagai ibukota Cina. Di Malaysia akan dibangun kota baru dilengkapi jalur KA ke Beijing via Johor Baru dengan anggaran Rp 500 Trilyun.

11. Meikarta juga diproyeksikan sebagai kota baru untuk persinggahan warga Cina dengan anggaran Rp 278 T. Semua adalah proyek ekspansionis hegemonis Cina untuk menguasai negara-negara di Asia.

12. Wisatawan dari Cina yang datang ke Indonesia berkisar 20% dari keseluruhan 6,7 juta turis asing di Indonesia (2016). Kita tidak tahu apakah mereka itu pulang lagi ke negaranya atau stay di Indonesia.

13 Kembali ke soal PKI, sebagai ancaman ideologi sebenanrnya sudah tidak ada. Gerakan komunis internasional (Kominter) sudah tidak ada. 1991 ketika Tembok Berlin runtuh sebenarnya menandai berakhirnya ideologi komunis di dunia.

14. Generasi penerus PKI ini hanya dijadikan sebagai alat untuk mengamankan proyek-proyek Cina di Indonesia. Seperti yang disampaikan Ustadz Abu Ridho di sesi awal tadi tentang adanya Keputusan Kongres Nasional ke-8 LMND (Liga Mahasiswa Nasional Indonesia) di Rangkasbitung yang dihadiri oleh anak-anak PKI. Mereka akan menguasai 7 desa di tiap kabupaten/kota dan akan mengamankan asset2 perusahaan dan proyek2 Cina di Indonesia.

15. Dendam kesumat PKI ini disalurkan melalui populisme (paham yang  mementingkan rakyat kebanyakan). Sejalan dengan program Yahudi 1776 dan Protokol Zionis 1842 dengan jargon ‘One State, One Society. One Globe, One Government’ (Satu negara, satu masyarakat. Satu dunia, satu pemerintahan). Yahudi akan menguasai dunia melalui penguasaan pasar, penguasaan keuangan dan penguasaan sumber daya alam (SDA).

16. Yahudi sudah lama menguasai dunia. Keluarga Rotschild saja menguasai aset 1 Trilyun USD. Ada 12 keluarga besar Yahudi menguasai asset dan tersebar di USA, Eropa dan Australia.

17. Lantas apa kaitannya dengan PKI? Karl Marx adalah seorang Yahudi! Manifesto Komunis = Yahudi. Kapitalisme adalah merkantilisme. Sehingga sebenarnya KOMUNISME ADALAH SPARING PARTNER KAPITALISME. Sehingga saat kita lihat kebangkitan kaum new left (kiri baru) yang sekaligus juga muncul kebangkitan populisme di Barat. Populisme itu kini juga sudah diadopsi oleh kelompok-kelompok yang dendam kesumat tadi (anak-anak PKI).

SIKAP UMMAT ISLAM

18. Kita harus waspada atau diam saja? Menurut saya ummat Islam harus EKSTRA WASPADA. Karena ideologi 2 sistem (kapitalisme dan komunisme) itu tadi akan diterapkan juga di negara-negara lain di luar Cina, TERMASUK DI INDONESIA.
Dulu di zaman orde lama NASAKOM jelas sekali dibenturkan dengan ummat Islam dan TNI. Sehingga sikap Ummat Islam dan TNI juga tegas. Saat ini bisakan kebersamaan ummat Islam dan TNI itu dijalin lagi? Sementara banyak perwira-perwira militer yang sudah hidup enak sekarang.

INDONESIA HARUS BERDAULAT

19. Indonesia harus berdaulat! Jangan mau dijadikan obyek ekspansi dan populisme negara lain. Tahun 2030 akan muncul ANCAMAN BESAR yaitu perebutan PANGAN dan ENERGI di seluruh dunia. Penguasaan pangan oleh perusahaan Israel di Indonesia dilakukan melalui Cargill. Penguasaan energi khususnya di Papua oleh negara-negara asing, terutama gas, minyak bumi, energi surya dan panas bumi. Banyak perusahaan Israel yang mengincar beberapa wilayah di jabar dan Banten.

20. Cina juga sudah ancang-ancang akan merebut perkebunan dan pertanian di Papua. Sudah ada banyak kontrak antara kepala2 daerah dengan perusahaan2 Cina.

21. Di Sulawesi Tenggara ada tambang nikel. 50% penumpang pesawat Jakarta-Kendari PP adalah orang-orang Cina. Uranium (bahan nuklir) dengan deposit besar ditemukan di Sulbar, Kalteng dan Papua.  Indonesia akan menjadi PUSAT PERTARUNGAN sumber daya alam!

22. Di antara kebangkitan PKI, masa depan ummat Islam dan kedaulatan bangsa Indonesia kita harus MEMBANGUN INDONESIA BARU, membersihkan kepentingan asing yang merusak kedaulatan.

23. Susun barisan! Bukan hanya menghadapi PKI tetapi yang lebih besar. Yaitu kaki tangan asing yang membuat kita tak berdaya. Sanggupkah kita mengamankan kedaulatan kita?

24. Jangan sampai Indonesia menjadi negara bermata uang Cina karena tak sanggup bayar utang ke Cina! Bisakah kita dengan tegas berkata seperti Mahathir Muhammad, ex PM Malaysia, bahwa kita sudah mulai dijajah?

25. Renungkan bersama! Tindak lanjuti! Ini hanya pengantar. Bikin posko-posko untuk mengantisipasi ancaman-ancaman tersebut. Terutama di Banten. Ancaman ini lebih berbahaya daripada letusan Gunung Agung, yang letusannya diyakini oleh banyak orang akan diikuti dengan pertumpahan darah (lagi).

Serang, 30 September 2017.

_(Disampaikan di depan para Tokoh, Alim dan Ulama Banten di Kota Serang)_

Senin, 02 Oktober 2017

Presiden

Harus ada pemimpin dari anak" terbaik bangsa ini yang memiliki, jagonya sukarno, kemampuan menegement suharto, intelektualitas habibi dan keulamaan gus dur

Fahri Hamzah

Minggu, 23 Juli 2017

NARASI HTI DAN ISOLASI NEGARA PADA RAKYATNYA SENDIRI

Sore ini,
Mungkin sampai malam,
Secara maraton saya ingin membuat refleksi singkat... sebab ada yang bahaya.

Perpu Ormas, sebuah produk hukum dadakan mulai bekerja dan negara mulai melakukan persekusi kepada rakyatnya...

Ini adalah tragedi yang lukanya belum sembuh.. lalu luka itu dirobek kembali... akan ada kepedihan..

Ini tragedi bangsa kita...
Tentang harga manusia dan kebebasan manusia.. sesuatu yang baru saja kita ingat lalu kita lupa kembali...

Maka saya menulis ringan sebuah pengalaman agar kita bersama melawan lupa... melawan nasib buruk di depan mata..

Saya lahir 1971 di hari orde baru memulai legitimasinya melalui pemilu.. lahir di sebuah desa kecil di sumbawa... NTB...

Tahun 1971 masih gelap.. listrik masuk desa baru  tahun 1984... aku tidak mengerti dunia lain..

Dunia kami hanya keluarga, tetangga, sungai, hutan, laut dan keramahan orang desa.. apa adanya...

Aku tidak mengerti politik... tidak mengenal aktornya.. kami hanya mengenal agama.. dan cengkrama antar tetangga...

Itulah yang merekatkan pikiran dan ingatanku dengan seseorang yang kukenal kuat dalam ingatan..

Kami memanggilnya Nde Sudin. Panggilan yang mengandung 2 kata, Nde yg artinya paman (atau bibi) dan Sudin nama beliau.

Anak2 sumbawa memanggil lelaki setengah baya sebagai paman (bibi juga nde). Demikianlah keakraban kami. Jika NdeSudin adalah pria setengah baya.

Nama panjangnya Syamsuddin. Beliau sekeluarga persis tinggal di depan rumah kami di Sumbawa.

Sehari-hari NdeSudin adalah pemilik bengkel sepeda di depan rumah. Lelaki bersahaja Beristerikan NdeSari.

Anak2 mereka mengaji di tempat abahku; Itik, Her, Amin, Ded dan Asia. Aku akrab dengan mereka sebab setiap maghrib kami mengaji bersama.

Sepulang sekolah aku senang menonton NdeSudin bekerja di bengkel sepeda  sampai malam hari bersama Anak2 beliau.

Anak2 NdeSudin dan NdeSari rajin mengaji. Tetapi NdeSudin tak pernah nampak pergi jumatan.

Dalam rentang usia TK sampai SMP saya belum mengerti kenapa beliau jarang ke mesjid atau nampak sholat 5 waktu.

Meski kemudian saya mendapat informasi bahwa beliau adalah musuh Pemerintah, beliau dituduh simpatisan Partai Komunis.

Sumbawa adalah basis Masyumi dan kami berasal dari keluarga Masyumi Totok. Tapi PKI sebagai partai besar pasti punya banyak simpatisan.

Dugaan saya NdeSudin pernah simpati dengan komunis karenanya kemudian menjadi dasar adanya isolasi.

Ketika NdeSudin muda, saya tidak melihat efek isolasi kepada beliau di tengah rezim militer yang represif.

Tapi setelah beliau wafat, saya melihat ada yang getir pada kehidupan mereka. NdeSudin seperti tersingkir dan terusir.

Keluarga NdeSudin rupanya diisolasi melalui mekanisme negara, KTP mereka diberi tanda dan pelayanan publik diskriminatif.

Di desa dan di tempat kami tangan negara tidak terlalu mencengkeram awalnya ia samar.. tapi makin lama efeknya nampak kentara.

Sewaktu kecil saya tidak mengerti apa yang mereka rasakan sebab kami melihat mereka bahagia seperti yang lain.

Tetapi semakin dewasa saya melihat efek dari isolasi itu kepada keluarga mereka nyata.

Bagi keluargaku NdeSudin dan keluarga  seperti saudara. Tapi di luar sana isolasi terus bekerja.

Entahlah, perasaan saya dihantui oleh perasaan bersalah kenapa saya tidak banyak tahu kisah Nde Sudin selanjutnya.

Pernah terdengar beliau pindah ke daerah lain, mereka sekeluarga berpencar dan banyak yang meninggal dunia sudah.

Itik, Ded, Her dan semua adiknya tidak menikah di kampung kami. Ada kemungkinan tetangganya mulai berbisik.

"Jangan pernah punya keturunan dari anggota PKI maka seumur hidup anak cucumu akan sengsara".

Ini nyata. Di UI dan waktu SMA saya pernah punya GURU cemerlang tapi tidak punya karir karena "tidak bersih lingkungan".

Dan sepertinya saya menemukan itu sekarang, ada bekas yang kuat pada diri mereka yang terpinggirkan dan tersisih.

Kisah NdeSudin menghantui saya setelah rezim @jokowi membubarkan HTI. Dan selanjutnya HTI diperlakukan seperti PKI.

Lalu pagi ini wartawan menghubungi saya bahwa Nama2 pengurus dan simpatisan HTI juga mulai diedarkan untuk diawasi.

Dan saya mendengar ada kampus yang mulai mendata dosen dan mahasiswa. Dengan ancaman2:  "Mereka akan kena akibatnya".

Seorang pejabat POLRI aktif mengatakan bahwa PNS akan dipecat karena ikut HTI dll. Polisi kini sedang berburu.

Di luar ada ormas yang terus mengkampanyekan pembubaran HTI maka yang kita temukan adalah operasi yang sama di awal orde baru.

Tapi orde baru relatif bisa dimengerti karena PKI melakukan kekerasan dan kudeta terhadap kekuasan yang sah.

Lalu darah tumpah di  mana-mana karena perang saudara dan jangan lupa bahwa PKI adalah "partai penguasa".

Orde baru membubarkan PKI setelah pengkhianatan itu nyata dan instrumen yg dipakai adalah TAP MPRS sebagai konsensus tertinggi.

Sekarang apa yang nyata dari tindakan HTI? Apa versi pemerintah tentang anti pancasila? Ayo bicara dong...

Bom mana yang diledakkan HTI dan Kelompok Teroris mana yang punya jaringan komando ke HTI? Buka dong!

Rasanya ini terlalu elementer untuk kita perdebatkan. Karena pengalaman kita seharusnya tidak lagi membuat kita masuk lubang yg sama.

Jadi bayangkanlah,
Pemerintah membubarkan sebuah ormas tanpa bangsa dan rakyatnya diberitahu apa sebetulnya yg terjadi.

Padahal kalau 1 orang akan ditangkap atau dijadikan tersangka harus ada 2 alat bukti. Sekarang apa 2 alat bukti buat HTI?

Saya mengenal kawan2 HTI dan mengetahui buku apa saja yang mereka baca serta metode berpikir mereka.

Rasanya yang paling penting dari konsep HTI adalah Khilafah. Sebuah metode kepemimpinan klasik dalam pemikiran politik Islam.

Selama ini saya tidak melihat keberanian HTI untuk meng-exercise lebih lanjut pikirannya makanya berhenti pada narasi.

Itulah sebabnya mereka gak berani membuat partai politik. Partai mereka adalah ormas. Tahulah kita batas kekuatan ormas.

Boleh jadi ada agenda lain HTI apakah itu kita tidak tahu. Tapi kalau mau bikin khilafah caranya gimana? Partai islam aja kesulitan.

Jadi HTI ini hanya bermimpi soal masa lalu yang indah tapi masak mimpi aja jadi anti pancasila dan ilegal? Ayo jelaskan!

Sikap berlebihan pemerintah jelas HTI ini akhirnya bisa dijelaskan dengan teori benturan peradaban dan war on terror.

Ini yang kita sayangkan. Karena pemerintah kita termakan dengan apa yang datang dari barat. Kali ini kita seperti tidak punya kemandirian.

Padahal, saya ingat dulu zaman ibu Megawati menjadi presiden dan bapak Taufik Kiemas masih hidup. Nuansa independen kuat.

Pernah ada permintaan ekstradisi dari negara asing  kepada presiden atas Abu Bakar Baasir tapi ditolak ibu mega.

Bahkan pak Taufik Kiemas datang ke penjara menjenguk orang yang dianggap paling berbahaya tersebut.

Kita bangsa Indonesia harus memiliki mekanisme kultural untuk menghadapi masalah agama dan Kelompok sosial yg ada.

Bangsa kita terlalu besar dan kompleks untuk ikut2 pada pandangan orang tentang diri kita sendiri.

Twitter @Fahrihamzah
14.32-22.44 23/7/2017

Sabtu, 22 Juli 2017

Selintas Tentang Fahri Hamzah di Sidang Semalam: Yang Teguh dan Berbeda

Menjelang shalat Jum'at, sesaat setelah tiba dari Surabaya, saya mengikuti bang Fahri Hamzah yang sedang diwawancarai oleh wartawan di Pressroom DPR RI. Wartawan antusias sekali bertanya kepada bang FH.

Beberapa yang saya tangkap, adalah pertanyaan tentang sikap bang FH semalam. Sejak semalam, tulisan berupa fitnah, hujatan dan kecaman datang kepada bang FH dan disebarkan secara massif dan terkoordinir.

Entah oleh siapa. Tapi intinya, tentang ketidakturutan bang Fahri Hamzah dalam aksi Walk Out, seturut dengan sikap partainya (PKS), yang menolak aturan ambang batas Presiden 20 % yang sudah diketok dan disahkan oleh DPR.

Semalam, kami sempat berdiskusi untuk berencana membuat rilis dan klarifikasi. Tapi urung dirampungkan.

Dalam wawancara tadi, bang FH sampaikan bahwa, ada ratusan pasal dalam UU Pemilu yang sudah disepakati secara aklamasi. Tinggal PT nol persen atau duapuluh persen yang menjadi perdebatan. Voting sudah dilakukan dan keputusannya, PT disepakati 20%.

Soal WO karena kalah voting, menurut saya pribadi, justru tidak menyelesaikan masalah. Solusi yang benar adalah mendorong gugatan atas UU Pemilu yang baru untuk dimajukan ke Mahkamah Konstitusi.

Mungkin saja, pendapat saya dipengaruhi anasir subyektifitas karena hubungan saya dengan bang Fahri Hamzah, tapi jika saya boleh berpendapat, bang FH memang harusnya tetap di dalam ruangan.

Ia harus menyelesaikan sidang, mengatur lalu lintas keputusan, dan menjalankan tugas sebaik-baiknya sebagai pimpinan DPR. Itulah esensi tanggungjawab. Ia harus selesaikan UU Pemilu, apapun hasilnya, demi proses dan kemajuan penyelenggaraan kontestasi elektoral sebagai bagian dari demokrasi yang sedang kita ikhtiari bersama.

Banyak orang menganggapnya pengkhianat. Saya tak menemukan esensi pengkhianatan tersebut. Saya justru menemukan kenegarawanan dalam sikapnya semalam; ia secara jantan mengakui bersikap sama dengan yang Walk Out, tapi ia juga secara jelas akan berada di ruangan, menyelesaikan tugasnya. 

Tadi siang ia nampak tenang dan santai. Energinya tak habis-habis. Bahkan oleh cercaan terburuk sekalipun. Ia teguh dengan sikapnya. Saya bangga dengan bang Fahri Hamzah. Kali ini saya tak diam-diam mengungkapkannya.

#negarawan
#tentangFH

Oleh Bambang Prayitno

SEBELUM VOTING, HAMPIR 600 PASAL TELAH DISEPAKATI

Teman-teman meminta saya menjelaskan singkat apa yang terjadi kemarin malam. Dalam voting  UU Pemilu yg cukup melelahkan.

Itulah demokrasi. Memang berliku dan tidak mengenal jalan pintas. Melelahkan tapi mengasyikkan. Perlu kesabaran.

Patut kita acungkan jempol kepada seluruh anggota pansus yang bekerja siang malam secara luar biasa.

Pak @LukmanEdy_HM telah memimpin kerja pansus UU Pemilu secara sangat spektakuler. Kita mendapat laporan yg luar biasa.

Foto-foto masa-masa pembahasan yg saya ambil dari twitter menggambarkan kemesraan dan kekompakan

Sembilan bulan pembahasan dilakukan terhadap 3055 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yg artinya jumlah perbedaan.

DIM mencerminkan perbedaan pendapat di awal pembahasan UU. Baik dengan pemerintah maupun sesama anggota dan fraksi  DPR.

Tapi akhirnya dengan kesabaran dan rapat maraton termasuk sampai sahur di bulan Ramadhan 1438H yg lalu semua DIM selesai dibahas.

Bayangkan bahwa 3055 DIM berhasil disepakti menjadi hampir 600 pasal tanpa perbedaan alias aklamasi.

Sisanya hanya 5 pasal yang dimasukkan dalam 5 paket alternatif pilihan

Inilah akhirnya yang dibawa ke paripurna untuk mendapatkan musyawarah mufakat atau voting kalau tidak bisa.

Sejak jam 11 paripurna diadakan lalu diselingi lobby sejak jam 14.00 sampai berganti hari. Alias jam 00.00.

Suasana hati dalam lobby sangat baik dan akrab. Semua fraksi menyampaikan pandangan terbuka yang tulus.

Kami pun dari meja pimpinan memfasilitasi secara rileks dan suasana penuh keakraban.

Bahkan opsi 5 paket akhirnya bisa disederhanakan menjadi hanya 2 paket saja. Paket CDE berhasil didrop.

Dari 2 paket  A dan B sebetulnya ada 3 komponennya juga telah disepakati bahwa; sistem pemilu terbuka, PT 4% dan kursi dapil 3-10.

Maka sisa masalah tinggal 2 saja: President Threshold antara 0% atau 20% serta metode konversi suara saint lague murni atau kuota hare.

Dalam pembahasan dari 2 masalah itu memang yang paling krusial adalah soal ambang batas syarat calon presiden.

Di sini nuansa kepentingan politik menguat. Pastilah ini soal pemilihan presiden tahun 2019.

Tapi sebelum ke sana marilah kita syukuri dulu apa yang sudah kita sepakati dan telah diketok palu dalam pembahasan tk 1 dan lobby.

Banyak hal yang telah menjadi kekayaan dalam UUPemilu yang akan kita pakai dalam pemilu 2019

Inilah pemilu serempak pertama yang akan mengubah wajah politik Indonesia masa depan.

Pansus UUPemilu Ini sejak awal justru dilimpin oleh partai menengah sehingga banyak sekali reformasi di dalamnya.

Selanjutnya apa saja sekilas kelebihan UUPemilu Ini dan makna persaingan presiden threshold 0 dan 20 persen akan kita bahas besok.

Selamat istirahat sampai Esok.
....bersambung....

Twitter @Fahrihamzah
22.06-23.17  20/7/2017

Minggu, 09 Juli 2017

KITA MAU KEMANA?

Mari kita berdoa...
SEMOGA BANGSA INDONESIA DAPAT PEMIMPIN SEPERTI SUKARNO..

Kalau pemimpin kita punya narasi sebesar Sukarno.. tidak saja Indonesia, tapi dunia dapat menyimaknya...

Tapi kalau pemimpin kita tidak punya kata yang bisa diucap dengan gagah dan bangga... kitapun tenggelam dalam gelap mata..

Ini yang kita rasa...
Setiap pagi kita bangun...
Kita menyimak kode rahasia..
Entah apa artinya...
Kita terbata-bata...

Kalau rakyat adalah pejalan menuju masa depan dan menuju harapan.. kita semua sudah tersesat...

Karena Pertanyaan "kita mau kemana?" Tidak terjawab... istana mengirim kembali kepada kita isyarat... bla..bla..bla..

Korupsi katanya masalah besar...
Trus siapa yang bertanggungjawab mengajak kita melawannya? Siapa yg kita lawan?

Apa sulitnya presiden menyiapkan sebuah pidato berjudul, "MELAWAN KORUPSI DALAM SETAHUN TUNTAS!".

Lalu setiap hari kita bangun pagi, melihat percakapan yang jelas... Presiden mengambil sikap tegas... setiap hari...

Kenapa soal sederhana ini jadi ribet dan melebar kemana-mana lalu melibatkan orang2 yg niatnya bukan menyelesaikan masalah..

Ah...
Malam minggu kita pikir negara...
Kawan itu sedang berdansa...
Orang2 mulai masa bodoh...
Barangkali ....

Selamat istirahat tuan....
Kami tunggu video barumu...
Soal nyonya-nyonya londo...
Yg sedang makan pasta...

Twitter @Fahrihamzah
22.29-56 8/7/2017

Senin, 03 Juli 2017

GOOD THINGS HAPPEN TO GOOD PEOPLE

Setelah hampir bbrp tahun berpisah, kemarin saya berjumpa dgn 2 sahabat kandidat Doktor. Jangan liat dari gaya berpakaiannya, karna mungkin pakaian bapak-ibu lbh branded dan bagus dari mereka. Jgn liat dari gaya makannya, karna hampir ga ada yg berubah dari gaya makan kita saat sekampus dlu, menikmati nasi, sambal dan kuah kankung cukup dgn jari.

Tak ada yg berubah dari mereka, kecuali kecemerlangan. Bahwa waktu berganti, tapi pembungkusnya tetap kesederhanaan.

Sosok pertama, ahli i'tikaf. Yg saat ini dikasih rizki oleh Allah S3 di Rusia. Saya saksi, saat pengumuman beasiswa study abroadnya dicek dari Hp saya, saat kita itikaf di Al Azhar Kebayoran 5 tahun lalu.

Sosok kedua adalah kandidat doktor perikanan dari Makassar. Yg saban hari melakukan penelitian keliling Indonesia hanya dgn motor. Mirip Che Guevara yg keliling Kuba dgn La Poderosa. Hebatnya dlm perjalanan itu, dia nyempetin galang dana puluhan juta buat masjid Bajo di Wakatobi, yg dilewatinnya.

Ada sekitar 75.000 doktor di Indonesia, tapi yg terpaut dengan masjid, dekat dgn masyarakat, dan tak gengsi dgn kesederhanaan, rasanya gak banyak.

Indonesia butuh jutaan manusia besar seperti ini. Saat pendidikan tak mengubah kesejatian hidup. Seperti Buya Hamka, yg punya 2 honoris causa tapi hidup bersahaja. Atau Pak Natsir yg punya banyak prestasi tapi rendah hati dan tak malu memakai jas dgn tambalan. Atau The Grand Oldman Haji Agus Salim, pahlawan, negarawan, menteri luar negeri, gurunya para tokoh sekaligus diplomat ulung no.1 Indonesia, namun tak punya rumah hingga akhir hayatnya.

Mereka orang-orang spesial yg menghajati dunia hanya sebatas pohon rindang yg disinggahi musafir. Sebentar mereka berteduh. Tak banyak beban yg dibawa. Walhasil dunia gak pernah menyesaki mereka, sebagaimana dunia menyesaki kita. Dan terus saja kita kejar-kejar.

Dan benar, good things happen to good people.

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”
tanyamu.
Kita abadi.

(Sapardi, 1982)

Anis Matta yang Saya Kenal


By: Nandang Burhanudin
****

(1)
Kaget juga saat diperdengarkan rekaman telpon, menuduh AM adalah Yahudi dan intel Israel.

(2)
Selain fitnah, jelas mengada-ada. Ditinjau dari bibit-bobot-babat, si penuduh tak akan bisa membuktikan apapun.

(3)
Saya intensif mengenal AM berkat dukungan Ust. Deka Kurniawan, sosok tawadhu yang mantan wartawan Hidayatullah.

(4)
2006 sedari Shubuh sudah hadir di depan gerbang rumah AM di bilangan Utan Kayu. Suguhan lezat selalu hadir. Nutrisi jiwa yang susah didapat.

(5)
Sempat beberapa kali diajak naik mobil ke Senayan. "Antum harus mandiri secara ekonomi. Jangan cari hidup dari partai atau jamaah."

(6)
"Partai, jamaah, organisasi tidak akan selamanya menyukai antum. Bangun potensi diri. Lejitkan! Rajinlah berafirmasi!"

(7)
Nasihat yang selalu terngiang. Cara merekonstruksi bacaan, itu yang membuat saya menjadikan AM sebagai rujukan (qudwah).

(8)
Tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama, kendati secara level pendidikan misalnya sudah mencapai strata doktoral atau post doktoral.

(9)
Orang-orang seperti AM sangat jarang. Wajar bila kehadirannya ditunggu. Ia datang memberi ilmu. Pergi menyimpan rindu. Pilihan diksi sangat bermutu.

(10)
Jangan disalahkan bila orang seperti saya "berusaha keras" untuk hadir menimba ilmu. Tak perlu dituduh kultus individu atau dikaitkan dengan anu (wala dan bara).

(11)
Anggap saja seperti hobi alias maniak. Toch banyak juga artis kesohor yang tetap jujur mengakui kehebatan Bang Haji Rhoma, Iwan Fals, Doel Sumbang, Ebiet G.Ade.

(12)
Ada juga yang gila bola, maniak moto GP, hobi mancing, penggila mobil tua. Semua tak dilarang. Lalu mengapa berguru kepada AM dilarang?

(13)
AM bahaya? Jawab dengan jujur. Jangan ada dusta di antara kita? Apakah AM mengajarkan makar? Ooh tidaak! Membakar lemak di otak sich iya.

(14)
Lemak yang membikin diri arogan dan berselancar dalam kesewenangan, itu yang harus dituduh makar. AM menyerang? Tidak juga.

(15)
"Saya punya amunisi berdaya ledak tinggi, high explosive. Tapi tidak saya tembakkan. Sebab saya cinta antum dan jamaah ini." Ujarnya terbata-bata.

(16)
Tentu tak semua apa yang AM katakan saya amini. Terbukti saya pernah mengkritisi orasi AM soal turbulensi pesawat jamaah ini dalam tulisan cukup panjang.

(17)
AM pernah jujur mengakui keterbatasannya. Maka ia tidak akan pernah membelot atau menjadi lokomotif yang membawa gerbong ke luar rel.

(18)
AM hanya ingin mengajak semuanya, menemukan cinta keabadian dan keabadian cinta Ilahi. Tentu dengan caranya yang mungkin bagi sebagian masih dianggap tabu atau berada di ruang hampa.

(19)
Bagi saya, AM sudah menemukan cita rasa dan cinta asa. Maka semua sudah dianggap drama, masrohiyyah. Mungkin bagi yang lain, dianggap wah. Ada juga yang menganggap wabah.

(20)
Itulah cinta. Ia susah untuk direkayasa. Cinta hilangkan rasa takut. Memperluas imajinasi. Sebab cerita cinta tidak akan berakhir.  Harapan lebih luas. Mereka yang minus cinta, akan hangus dan salah urus.

Bhineka, 08:07

Sabtu, 01 Juli 2017

BERSABARLAH, SEJARAH SEDANG MENEMPA KITA


Bersabarlah umat Islam,
Sejarah sedang menagih kebesaran jiwa... usai Ramadhan... usai sebuah jihad akbar...

Jangan menjadi salah tingkah,
Jangan emosi dan jangan gampang marah.... genggamlah kesabaran...

Tahanlah rasa...
Lapar, haus, dahaga dan segala syahwat.. bertahanlah dalam segala goda untuk tunduk pada mau dunia...

Karena latihan kita untuk ujian besar...
Mendirikan bangsa melahirkan peradaban mulia...
Bertahanlah pada cita2...

Jangan mudah luka..
Jangan suka tergores kecewa..
Kita terus melangkah..
Jangan berhenti oleh caci maki..

Wajah kita sedang tidak indah..
Aneka fitnah dan sak wasangka...
Serial gosip dan berita hina dari warung kopi tetangga...

Biarlah...
Tetaplah pada diri...
Tetaplah dewasa...
Jangan mudah patah dan menyerah...
Luka yg tak mematikan akan menguatkan..

Berilah maaf..
Berilah makan..
Berilah minum..
Lindungilah yang ketakutan..
Berilah rasa aman...
Bela yang lemah...

Jangan ada benci...
Jangan kebencian membuat kita tidak bisa berbuat adil...
Keadilan adalah tiang dunia sampai hari kiamat tiba...

Kalau kita luka..
Orang lain juga luka...
Tapi kita punya harapan..
Yang orang lain tidak harapkan..

Semoga kita berakhir dengan kebaikan..
Amin....yaa Rabbal Alamin..

Twitter @Fahrihamzah
22.25-50  29/6/2017

Kamis, 29 Juni 2017

PELAJARAN DARI KOREA SELATAN : PEMBERANTASAN KORUPSI HARUS BERSANDINGAN DENGAN PERLINDUNGAN HAK-HAK SIPIL

1.Saya cicil sedikit tulisan kecil soal Indonesia, 
Korea Selatan dan Korea secara umum.

2.Setelah itu saya akan menceritakan sedikit bagaimana mereka memberantas korupsi

3.Saya mengembangkan riset tentang cara memberantas korupsi di Korea Selatan sebagai pelengkap apa yang saya sudah tulis.

4.Dalam buku "Demokrasi, Transisi dan Korupsi " yang saya tulis tahun 2012 saya sudah bikin perbandingan

5.Tetapi tentang Korea Selatan belum ada. Kisah sukses di Hongkong, Australia, Amerika, dll sudah saya tulis. 

6.Saya tertarik dengan pola Korea Selatan ini karena antara kita dan mereka banyak kesamaan.

7.Kita sama2 merdeka Agustus 1945 hanya berbeda 2 hari. Kita tanggal 17 mereka duluan 15 agustus.

8.Kita sama2 merdeka setelah jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu Agustus 1945.

9.Tapi negara mereka pecah dan terjadi perang saudara. Negara kita masih utuh.
Alhamdulillah.

10.Kita ambil contoh Korea Selatan. Bukan Korea Utara. Karena Korea Selatan menganut demokrasi seperti kita.

11.Dan yang membuat kontras adalah itu. Korea Utara terbelakang secara ekonomi dengan paham komunis.

12.Sementara Korea Selatan maju dalam pelukan demokrasi. Indonesia juga berdemokrasi tapi nampak jalan di tempat.

13.Tapi kenapa mereka bisa berpikir lebih maju padahal mereka selalu ada dalam bahaya dan ancaman perang?

14.Mari kita lihat sejenak perbandingan statistik Indonesia dan Korea Selatan.

15.Dari sisi penduduk Indonesia lebih banyak 5 kali penduduk korea selatan. RI 250-an juta korsel 50-an juta.

16.Tapi tanah kita lebih banyak. Maka kepadatan mereka lebih tinggi 503/km2 sementara kita 124/km2.

17.Tapi coba kita lihat perbandingan GDP atau produk domestik bruto antara keduanya. Jauh sekali bedanya.

18.Statistiknya mungkin tidak terlalu akurat tapi yang jelas angkanya sangat jauh.

19.Korea Selatan memiliki pendapatan perkapita 36.000-an USD/tahun sementara kita hanya 12.000-an $US.

20.Korea Selatan menjadi negara paling sejahtera nomor 29 sementara kita nomor 96 (jauh kan?)

21.Belum lagi kita bicara di sektor lain, pendidikan, budaya, teknologi dll. Korea hari ini makin agresif.

22.Mereka mengekspor produk budaya dan teknologi mereka ke seluruh dunia secara masif.

23.Dan ini yang membuat semakin hari Korea Selatan semakin maju. Bahkan mereka semakin independent.

24.Presiden yang baru terpilih 2 bulan ini Moon Jae In adalah figur baru yang berpikir lebih merdeka dari China dan US.

25.Saya hanya bisa mengucapkan selamat kemarin saat makan siang, semoga dia menjadi mitra Indonesia yang baik.

26.Saya telah menyampaikan minat DPR RI untuk bekerjasama dalam legislasi anti korupsi kepada ketua DPR Korea Selatan

27.Hal ini menarik karena kita relatif sama dalam legislasi anti korups korea selatan.

28.Kita meratifikasi United Nation Convention on Anti corruption (UNCAC) lebih awal dari mereka.

29.Tetapi UU KPK dan UU KICAC (Korean Independent Commission Against Corruption) sama2 lahir tahun 2002.

30.Tahun 2008 korsel menggabungkan KICAC dengan Ombudsman dan Administrative Appeals Comission menjadi ACRC.

31.PERUBAHAN INI tidak lain karena adanya permintaan masyarakat sipil agar pemberantasan korupsi harus terkoordinasi.

32.Kelas menengah Korea Selatan nampaknya paham betul cara kerja lembaga demokrasi.

33.Itulah sebabnya ACRC adalah kependekan dari Anti CORRUPTION and Civil Right Commission.

34.Bahwa pemberantasan korupsi harus bersandingan dengan perlindungan hak2 dan kebebasan sipil warga negara.

35.Tentang diskusi saya dengan Transparency International Korea (TIK) Dan ACRC akan saya tulis kemudian.

Terima kasih.

Twitter @Fahrihamzah
20.49-21.25  28/6/2017

Kamis, 22 Juni 2017

MANA PAHAM (?)

01. Mereka mana paham gerakan, orang bergeraknya hanya di masjid-masjid menggaungkan konsep tauhid dan islam yang tak pernah syumul

02. Mereka mana paham bau anyirnya darah perjuangan, orang berjuangnya hanya mendakwahi orang-orang yang sudah baik di majelis ilmunya

03. Mereka mana paham bau apeknya keringat yang berucuran saat berjaga di medan laga, orang keringatnya selalu tertahan oleh nyaman sejuknya ruangan sambil meneriakkan bidah

04. Mereka mana paham likunya menegakkan al haq di tengah debu-debu subhat pemerintahan, orang mereka terlalu sibuk berkumpul mendekap sajadah sembari mengamini buruknya akhir zaman sembari berharap pertolongan Allâh datang

05. Mereka mana paham yang mana terorisme yang mana jihad, yang mana perjuangan yang mana pemberontakan, orang merasa hanya memegang satu dalil kemudian menafikkan yang lain karena tidak sejalan dengan pemikiran

06. Ya, mereka mana paham. Jika kita pelajari pergerakan aksi Ikhwan di belahan dunia yang lebih banyak menahan diri dari perlawanan mengangkat senjata -kecuali Hamas-, kemudian liat aksi 212 yang sedemikian damainya juga, jangan-jangan fikroh Ikhwan sudah mendarah daging di Indonesia (?)

07. Ya, mereka mana paham, orang saat semua itu terjadi, mereka sedang asyik menertawai amalan orang kebanyakan sembari mengamini ini itu bidah dholalah.

08. Ikhwah, bersabarlah, tetaplah menahan diri dari melayani debat dengan mereka. Sesungguhnya mereka hanya tidak paham.

Jogja, 28 Ramadhan 1438 H
Ale Ikhwan Jumali

Rabu, 21 Juni 2017

Ramadhan Diujung Rindu

#Malam25

Aku telah bersembunyi darimu...
Di antara cahaya matahari dan bulan..
Aku takkan membiarkan mu mengenaliku..

Aku telah hadir...
Di antara yang tak terasa..
Di antara yang tak teraba..
Di antara yang tak kau mengerti dan duga...

Aku telah membuat jarak dengan diriku..
Aku telah menjaganya agar tak selalu mudah bagiku memiliki.. agar batas-batas hadir..

Maka aku telah menepi....
Di tengah...
Aku telah datang menyendiri...
Aku telah pergi kembali...
Ke pangkuan rindu....

Aku telah membuat mu tak sanggup merindu... maka jamahlah perasaanmu mengharu biru.... sakitilah... tangisilah airmata...

Aku ingin ini menjadi rahasia...
Antara kau,
Aku dan airmata...
Antara rindu dan rindu...
Dari waktu ke waktu...
Tak ada yg tau..

Sampai malam ini..
Apakah ada yang bisa kau mengerti?
Malam2 kemuliaan....
Detak2 keberkahan...
Keharuan..
Kerinduan...

Ketika kita harus...
Mengenang...
Penyesalan...
Jarak yang hilang...
Pengertian yang mulai datang...
Bisakah kita mengulang?

Apakah kita punya hak..
Atas waktu...
Dan kerinduan?
Apakah kita boleh memilih kemuliaan?
Apakah malam mengingkari matahari?

Aku takkan bersembunyi dari mu
Aku akan merindu kerinduanmu
Aku takkan mengatur jarak
Tapi apakah kita punya hak?
Apakah kita punya waktu?

Kepasrahan adalah kemenangan...
Aku ingin mencintaimu apa adanya...
Aku pasrah...

Malam2 indah...
Bersamamu...
Ramadhan..
1438 H

Twitter @Fahrihamzah
20.27-58  19/6/2017

Sabtu, 17 Juni 2017

Hard Time Oleh : Anis Matta

Kesulitan melahirkan kekuatan, kenyamanan melahirkan pribadi yang lemah. Demikian juga berlaku pada para pelaku sejarah, Siklus sejarah itu membentuk pola, seperti gelombang, setiap peradaban ada kebangkitannya dan ada kehancurannya.

Kebangkitan itu ada syarat-syaratnya, begitupun kehancurannya, ada sebab-sebabnya.

Maka demikian fakta sejarah mengatakan, bahwa hanya peradaban Islam yang tetap eksis disaat peradaban yang lain seperti Yunani, Persia, Tsamud dll mengalami kehancuran.

Peradaban Islam selalu Allah jaga dengan lahirnya seorang Tajdid ketika Ummat Ini berada di titik nadirnya, dan kemudian ia berdiri kembali bangkit, rengtangnya setiap 100 tahun, pembaharu itu selalu memompa kembali peradaban Islam ini agar kembali bangkit.

Siklusnya seperti ini "Hard time create Strong Leader, Strong Leader create good time, good time create Weak Leader, Weak Leader create Hard time "

Dan yang harus kita sadari bersama bahwa, sepertinya sekarang kita sekarang berada di zona "hard time/ waktu sulit" ini, dengan tekanan bertubi-tubi kepada para ulama, dan kezhaliman yang menghantam ummat ini dari segala aspek kehidupan.

Seyogyanya tidak lama lagi situasi ini akan mencreate seorang pembaharu, seorang pemimpin kuat yang akan meng-intervensi situasi-situasi sehingga peradaban Islam kembali bangkit dan melewati fase ini.
Dan situasi ini juga adalah given bagi kita, bahwa kita ditakdirkan hidup ditengah zaman juang, untuk menjadi seorang pembaharu, untuk menjadi seorang yang berkontribusi untuk mengubah sejarah, dari kesulitan menuju kebangkitan. Menuju kebangkitan peradaban Islam.

17 Ramadhan 1438 H @ Ballroom Grand Atyasa Palembang

Tag : M Anis Matta Full anis Ustanis Matta

Jumat, 16 Juni 2017

YANG TIDAK MAU TERBUKA PASTI PUNYA AGENDA RAHASIA


Korupsi Bank Century aman berkelana...6,7 Trilyun ada di mana?

Cek kosong kepada KPK jangan lagi diberikan... sebab KPK pun bisa jadi tempat para pelindung korupsi...

Bukti-bukti saya akan saya serahkan ke Pansus Angket agar diverifikasi secara seksama...

Banyak penghilangan alat bukti... tepatnya penyerobotan alat bukti... ada juga skandal aset sita...

Tonton aja, pasti rakyat senang dan bahagia...
Yang tidak mau terbuka pasti punya agenda rahasia...

Jangan mau percaya ada lembaga yang hebat sendiri... bohong.. kita memang mudah ditipu... lembaga negara sama aja...

Yang menjadikan KPK sebagai holycow atau memitoskannya punya agenda di belakangnya..

Ada yang cari hidup, ada yang cari perlindungan.. ada yang cari popularitas dan ada yang cari nama... karena mau ikut kontes...

Ada partai baru pendukung pejabat calon tersangka korupsi.. maka dia cari kontak ke dalam KPK untuk saling bantu...

KPK hari-hari ini lagi jual murah...
Siapa aja yang datang mendukung pasti akan diterima.. termasuk antek reklamasi...

Kita jangan mau lagi dibohongi...
Ini aksi menutup kebenaran..
Pengalihan dan pembodohan dari isu sebenarnya...

Waktu Prof Rudi Rubiandini, alm Sutan Batugana dan Jero Wacik ditangkap gara2 uang THR lebaran... KPK bilang pintu masuk Mafia Migas..

Ternyata bohong... ini hanya soal dana operasional menteri... ratusan juta...

Waktu Suryadarma Ali ditangkap bilangnya pintu masuk Mafia Haji....Ternyata dana operasional menteri lagi..

Tapi memang kita senang dibohongi...
Mungkin ada semacam kebahagiaan kalau dibohongi...

Pansus Angket KPK ini akan membuka mata kita sebagai sebuah bangsa.. setelah 15 tahun UU ini lahir..

Sebab banyak orang yang terpukau dengan sulap dan akrobat... tapi hasilnya hanya kegembiraan sesaat...

Sulap dan akrobat tidak menyelesaikan masalah.. ia adanya memberikan hiburan dan kegembiraan..

Sementara negara bukan rumah sulap bukan pula akrobat atau klub sirkus... negara bukan pelawak.. negara punya tugas berat..

Negara bekerja memakai dana rakyat yang terbatas... setiap tindakan menggunakan uang dan kewenangan harus bertanggungjawab..

Jangan sampai pemberantasan korupsi tidak dipertanggungjawabkan padahal uang terpakai sudah trilyunan..

Saya sendiri punya kecurigaan bahwa sebagian lembaga negara terutama yang ad hoc tdk mau masalah selesai..

Supaya tetap relevan dan supaya tetap ada kegiatan, pakai APBN.. soal korupsi saya curiga... karena polanya mulai nampak..

Semua ini bisa terang kalau dibuka...
Kasus2 yg ada ini seperti hanya dagelan.. gak selesai dan tak ada ujung pangkal..

Kasus dianggap ada kalau ada yang tertangkap tangan... lalu hilang tidak jelas tujuan pemberantasan korupsinya..

Sensasi didahulukan daripada azas kemanfaatan lain yang ada dalam UU...

Saya lagi mempelajari kasus EKTP... saya mulai mencium ini kasus sama saja.. lebih banyak unsur fiksi daripada kebenaran..

Dikisahkan....(hehe)
Ada pembagian uang sebanyak 2,3T atau lebih dari 50% dari nilai proyek.. bancakan anggota dpr...

Bagaimana bisa sebuah proyek yang dirampok lebih dari 50% di depan lalu bisa selesai? Dan ektp relatif sudah selesai.

Lalu uang itu mana?
Siapa yang makan?
Emang gampang makan uang 2,3 Trilyun...?
Ini semua fiksi yg kita dipaksa terima..

Sampai sekarang yang makan uang gak jelas.. sementara proyek sudah selesai.. alhamdulillah..

Jadi KPK mengembangkan fiksi dari seorang yang kalah tender... yang pernah denger2 ada bagi2... ini yg sampai kemarin masih jadi Headline koran..

Koran dari kelompok tertentu seperti liurnya menetes kalau dengar ada berita bagi2 uang dari ruang sidang...

Dan KPK mengirimnya ke ruang sidang... tanpa verifikasi... atau dengan tekanan supaya seseorang menyebut nama seseorang...

Sehingga bangsa menuai keributan...
Tapi hasilnya tidak ada...

Twitter @Fahrihamzah
12.52-14.20  16/6/2017

BALADA KPK DAN BPK

Pada saat ramai KPK menangkap jaksa OTT Recehan Rp.10 jt - BPK senyap temukan kerugian Rp.4,08 T dalam kasus Pelindo II

Tepuk tangan tetap untuk KPK dan BPK dimaki karena OTT Recehan juga yang Rp 40 juta auditornya

Mari kita bandingkan untuk mengukur nalar kita... apa yang menjadi objek perbandingan...

OTT Recehan memakai alat sadap...
Audit BPK memakai keahlian auditor..

Sambil...ayo bandingkan..

Rp 10.000.000 OTT recehan
VS
Rp 4.085.000.000.000 Audit BPK

10 juta hasil OTT recehan  itu bukan uang negara... kenapa heboh ?

4,08 trilyun hasil Audi BPK itu uang rakyat...
kenapa senyap ?

4,08 trilyun hasil Audi BPK itu uang rakyat...
kenapa senyap?

Century 6,7 Trilyun (kasus nguap)
Pelindo2 4,08 Trilyun (kasus mandeg)
Total: 10,78 Trilyun (sepi senyap)

Tapi KPK:
OTT jaksa bengkulu 10 juta
OTT auditor jakarta 40 juta
Total : 50 juta (bukan uang negara)
OTT recehan ribut sedunia.

Twitter @Fahrihamzah
11.52-14.11  14/6/2017

Selasa, 13 Juni 2017

Masjid Kita Makmur


Ringkasan dari kajian memakmurkan masjid dengan pemateri Ust Muhammad Rosyidi dari Pengurus Takmir Masjid Jogokariyan, Jogyakarta

1. Masjid Jogokariyan menjadi masjid percontohan masjid yang makmur kegiatan di seluruh Indonesia.

2. Masjidnya  hanya berlokasi di tanah wakaf 700 m2 tapi dengan 3 lantai, dan hanya masjid kampung (bukan masjid jami')

3. Kampung Jogokariyan dulunya bukan basis Muslim yg kuat

4. Takmir mendata statistik kampung sekitar masjid (yg sudah sholat/belum, yg sholat jamaah ke masjid/belum, yg muslim/non muslim, beserta semua anggota keluarganya) untuk pemetaan target dakwah

5. Takmir masjid berusaha menggembirakan masyarakat dan membuat mereka mau bersujud dgn berbagai cara yang syar'i

6. Setelah mereka mau datang ke masjid, harus dibuat nyaman dan diisi dengan taklim-taklim ringan

7. Takmir tidak boleh memarahi anak-anak yang ramai di masjid, tapi memberikan hadiah makanan ringan kalau tidak ramai dan mengganggu jamaah di masjid.

8. Yg blm jamaah ke masjid/belum sholat dibuat undangan seperti pernikahan dan disediakan makanan di masjid saat acara sholat jamaah. Makanan ditawarkan pada jamaah yang mau menjadi donatur untuk mentraktir makanan.

9. Yg belum bisa sholat diajari sholat oleh takmir (di masjid atau di rumah masing2)

10. Kas masjid tidak pernah besar bahkan targetnya adalah 0 (nol) tiap akhir bulan, karena kas masjid yg besar tanda takmir tidak bisa mengelola infaq jamaah menjadi pahala yg segera mengalir ke penginfaq

11. Ada sarapan bubur, lontong sayur, susu kedelai, dll tiap minggu ba'da subuh

12. Ada nasi bungkus tiap ba'da jumat

13. Ada divisi usaha penyewaan kamar penginapan di lantai 3 masjid untuk membayar petugas kebersihan dan tambahan operasional masjid

14. Tidak ada gaji untuk takmir kecuali petugas kebersihan, karena gaji dari Allah tidak ada maksimalnya, sementara gaji manusia ada minimumnya (UMR)

15. TPA diajar oleh anak2 RISMA

16. Ada infaq beras (kotak amal khusus beras) untuk disalurkan ke dhuafa', walaupun sekarang isi kotak infaq beras itu berubah jadi uang, karena jamaah malas bawa beras. Bantuan untuk dhuafa' ini diambil di masjid ba'da subuh

17. Masjid buka 24 jam

18. Ada WiFi gratis 24 jam

19. Taklim untuk jamaah sangat banyak baik siang maupun malam

20. Ada angkringan di depan masjid (tongkrongan) untuk jamaah ngobrol dan orang2 mampir istirahat

21. Jika masjid dikelola dengan benar dan dipercaya jamaah, maka dana2 infaq dan dari donatur sangat mudah didapat, termasuk untuk donatur makanan, dll.

22. Jika kas masjid banyak justru jamaah malas menyumbang, tapi jika sedikit mereka akan tergerak untuk infaq

23. Masjid itu milik Allah (QS AlJin: 18) sehingga rezeki masjid akan dijamin oleh pemilik masjid (Allah) dan takmir hanyalah pelayan umat (jamaah)

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

*_SILAKAN DISHARE AGAR DITIRU MASJID LAIN_*

TINJULAH BATU-BATU CERAMAH FAHRI HAMZAH DALAM SEMINAR NASIONAL ACTIONER MOTIVATION TRAINING III ACT CENTER

Hotel Grand Madani Syariah Mataram, 3 Juni 2017

1. Saya akan berkisah tentang perjalanan hidup. Saya pernah tinggal di kota ini. Tinggal kira-kira setahun lebih. Kuliah di Unram Fakultas Pertanian.

2. Tapi terus-menerus tes ulang UMPTN. Lulus di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah 3 kali tes.

3. Sebenarnya, dari seluruh kisah sukses orang-orang sukses itu, rumus sukses besar dan kecil sama aja rumusnya.

4. Kalau kita sudah hapal rumusnya, kita akan bisa terus sukses, karena hapal dengan jalannya.

5. Saya sedang berdiri di daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sangat rendah. NTB ini IPM-nya nomer dua dari bawah kalau tak salah.

6. Komponen IPM adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat dll.

7. Ada satu misteri dari rendahnya IPM NTB, ini harus kita bedah dan lawan. Di dalam diri kita berlembang mental agraris yang dominan.

8. Kita lemah sekali membangun mental pesisir. Mental pesisir kapasitas adaptasi pada perubahan lingkungannya lebih baik.

9. Seluruh transportasi jaman dulu didominasi oleh laut. Kita beraktivitas di laut dengan segala perubahan dan halangan.

10. Saya lahir di Utan, Sumbawa. Waktu SMA, ingin keluar dari kampung. Dulu ingin SMA di Lombok. Keluar kampung

11. Orangtua jaman dulu, agak sulit berpisah dengan anak. Anak ditahan. Ada hubungan yang syahdu. Bermanja-manja.

12. Dulu belum ada radio. Dulu di NTB siaran radio hanya RRI Siaran Makassar. Hanya itu chanel publik.

13. Yang khas kalau lagi puasa. Saat jelang berbuka puasa, ada lagu mendayu-dayu Ummu Kultsum.

14. Keindahan, seperti itu memilih orang tidak mau pergi.

15. Pada saat SMA, sudah sampai Mataram balik lagi ke Sumbawa. Sekolah di SMA Muhammadiyah. Kuliahnya baru di Mataram tinggal bersama keluarga.

16. Tahun 1989 ikut Kejurnas Pencak Silat, dan dapat perunggu. Dulu fisik kita masih bagus.

17. Tahun 1990 masuk Unram. Saya lihat, tes kuliah sangat susah sekali anak NTB masuk ke Jawa

18. Tahun berikutnya cuti kuliah dan pergi ke Jakarta. Ikut bimbel di jakarta. Guru-guru ajarin soal tes seperti makan kacang. Seperti teka teki silang.

19. Mencari orang NTB masuk UI mungkin 1 orang diantara seluruhbya di angkatan tersebut. Jaman saya, hanya saya.

20. Fekon UI dianggap fakultas sosial terbaik di Indonesia. Fekon menghasilkan menteri-menteri terbaik pada saat itu

21. Saya merenung. Bertemu orang-orang kaya itu. Lihat muka mereka. Simpulkan orang-orang ini wajib pinter. Karena miliki fasilitas.

22. Saya mencoba. Ada hal-hal yang tidak bisa berkompetisi dengan mereka. Kurikulum belajar mereka luar biasa.

23. Di kampung, sekolah kita tak serius. Tak ada les. Buku dilipat di kantong dan sering bolos ke sungai atau laut.

24. Akhirnya, saya ingin buktikan. Kalau di bidang akademik tak mampu, saya kuasai bidang lain. Saya mendalami agama.

25. Ada hal-hal yang harus permanen dalam diri kita. Tidak bisa dimatikan dan dihilangkan. Itu hak semua orang.

26. Lingkungan, yang membuat kita berubah. Bahwa kita berada dalam lingkungan tertentu, iya. Tapi harus ada yang menjadi bagian tetap kita.

27. Tiga hal ini harus kita jaga. Pertama, kekuatan fisik kita. Ini sumber pertahanan dan daya tahan kita.

28. Jangan merusak badan kita. Jangan memasukkan barang yang merusak. Mentradisikan aktivitas yang menyehatkan badan dan menjaga fisik.

29. Rasul suka madu, suka kurma dan daging murni, suka olahraga. Ini penting sekali. Kekuatan ini harus ada. Harus kuat.

30. Laki-laki tidak boleh klemar-klemer. Kita tinju batu-batu. Berlari. Push up. Tantang diri anda. Jantung dan paru-paru kita harus sehat

31. Banyak orang terganggu gara-gara kelemahan fisik ini. Tidak bisa meneruskan perjalanan hidup dan prestasi gara-gara ini.

32. Diajak jalan, latihannya 3 hari. Sakitnya tiga minggu.

33. Kedua, kapasitas pengetahuan. Ini harus ditingkatkan. Belajar membaca. Pesan Alquran pertama membaca

34. Jangan ada peristiwa yang tidak kita pahami. Membaca banyak ilmu. Mentradisikan berfikir yang kuat

35. Hari ini kita mengalami ancaman. Membaca handphone, membaca medsos, tapi dangkal. Tidak ada ilmunya. Perbanyaklah baca buku.

36. Puasa ini detoksifikasi agar siap dalam challenge di 11  bulan. Tapi Ramadhan juga diturunkan Alquran. Membaca.

37. Membaca sekali lagi harus benar-benar kuat. Jangan habiskan waktu membaca medsos, whatsapp dan seterusnya.

38. Komik memperpendek imajinasi. Novel, roman dan buju-buku filsafat itu bisa membuat imajinasi tinggi. Baca buku yang tak ada gambar.

39. Membaca sehingga kita memiliki kapasitas keilmuan yang tinggi dan kepercayaan diri yang tinggi

40. Terakhir, mengisi ruhiyah. Spiritualitas kita agar dekat dengan Allah. Jiwa kita harus terisi dengan sumber kekuatan

41. Ramadhan itu perbanyak ubudiyah. Jiwa kita menjadi jiwa yang matang dan tidak dapat dihancurkan

42 jiwa yang membaja dan memiliki kematangan. Jiwa yang kokoh. Membara menyala-nyala.

43. Kalau itu semua sudah bisa kita jalankan, maka kita tentukan challenge tantangan di depan kita

44. Tapi yang paling penting adalah apa yang ada di dalam diri kita. Itu yang kita jaga.

45. Kalau pengetahuan kita tinggi, fisik kita kuat; jiwa kita kokoh, kita tidak gampang terombang ambing.

46. Tidak gampang merajuk dan marah dan kecewa. Maka kita akan mudah berkompetisi

47. Bangsa ini gampang kalah. Gampang diintimidasi dan gampang marah. Atau punya sifat destruktif. Ada Amuk massa. Jiwanya terdidik lemah.

48. Apapun yang terjadi, harusnya kita mampu berdialog. Mengatakan yang teguh. Mendiamkan yang sinis dan marah

49. Kalau ada kesusahan, kalau ada musibah, istighfar. Kalau ada kebaikan dia ucap alhamdulillah. Semua baik bagi jiwanya. Itulah jiwa penuh ketegaran.

50. Tidak bagus nangis itu. Bangsa kita terlalu mengentertain tangisan. Menangis itu bagus kalau hanya didepan Allah. Kalau didepan orang, tidak bagus

51. Doa kesulitan jiwa harus kita kuasai. Doa terlepas dari kesulitan hidup adalah doa tangga jiwa.

52. Tantanglah jiwa kita. Orang Islam adalah orang yang merdeka hidupnya. Maka pagi-pagi bangun tak ada kesedihan.

53. Kalau kita lemah jiwanya, lemah fisiknya, dan lemah akalnya, maka akhirnya kita menghibur diri kita dengan Humor-humor dangkal

54. Kita menjadi tidak berani sedekah. Takut dan pengecut.

55. Kita selalu minta tolong orang. Menyandarkan diri kepada manusia dan orangtua. Manja dan memble.

56. Tidak berani berkorban dan mengambil resiko. Banyak hutang dan akhirnya gampang diintimidasi

57. Semua individu dan bangsa yang terlilit kelemahan seperti ini, punya penyakit jiwa. maka dia tidak dipandang oleh siapapun oleh bangsa manapun

58. Orang-orang yang lemah jiwanya gampang tertekan. Gampang marah. Tidak berani mengambil keputusan.

59. Kalau jadi pemimpin, dia diam karena tidak pernah mengambil resiko. Kelemahan jiwa dan lunglainya jiwa berarti satu; kita mati.

60. Karena, kematian jiwa adalah kematian yang sesungguhnya.

______
ACT Center adalah lembaga yang berikhtiar untuk pengembangan sumberdaya manusia. Mengembangkan Skill dan pengembangan kepribadian diri. Mottonya; "Be actioner, be transformer, actually". ACT Center diketuai oleh Najamuddin Amy, S.Sos.

KPK & OTT RECEHAN

Pada malam ketika kita bisa merenung... kita wajib memikirkan substansi... Negara adalah entitas rasional...

Dan saya senang karena istana tahu posisi untuk tidak terbawa oleh emosi pimpinan KPK yg sedang galau.

Sebab selalu begitu...
KPK minta tolong ke istana setelah semua usaha dilakukan.. sekarang dukungan publik tidak sebesar dulu...

Saya ingat kelakuan ini sudah berkali..
KPK bertindak sebagai partai politik..
Lobby sana lobby sini...

Di satu sisi KPK selalu menyebut diri independent (sebagaimana UU menyebutnya demikian). Tetapi KPK terlalu aktif penggalangan..

KPK aktif menerima orang yang akan memuji dan memberikan dukungan tetapi menolak kritik dan pengawasan DPR...

Ini yang membuat KPK nampak sebagai kekuatan politik dari sekedar penegak hukum..mental berpolitik ini bahkan turun ke penyidik dan pegawai.

Saya belum pernah mendengar di seluruh dunia ada lembaga penegak hukum punya serikat pegawai..

Seorang pegawai dihukum oleh pimpinan KPK lalu dilepas kembali karena didemo oleh serikat pegawai.. ini hukum?

Seorang pimpinan KPK mengeluh karena disemprot oleh pegawai, "bapak orang baru di sini, saya sudah 10 tahun..."

Abraham Samad pernah mengeluh kepada saya bahwa dia disadap...pimpinan KPK seperti hanya embel2 karena dosanya disandera..

Pimpinan KPK banyak yang gak paham tiba2 sudah ada penyadapan atau OTT...lalu siapa yg pimpin lembaga ini? Siapa yg tanggungjawab?

Ada banyak yang publik belum tahu soal KPK ini dan publik wajib tahu setiap kewenangan dan uang yg dipakai..

Ini saat memulai era baru di KPK setelah 15 tahun..saatnya bersih-bersih..KPK itu sapu yang tidak boleh kotor...

Sebab jika KPK kotor maka KPK tidak sedang membersihkan republik ini tetapi sedang mengotorinya...

Saya hanya takut kepastian hukum hilang...dampaknya kepada perekonomian..dampaknya pada perut rakyat...jangan lupa!

KPK boleh gagah tangkap sana sini tapi kalau ketidakpastian merajalela...negara ini berhenti...

#BeraniJujurHebat
#BersihKokRisih
Jangan lagi
#OTTRecehan

Twitter @Fahrihamzah
0.50-12.11  13/6/2017

Senin, 12 Juni 2017

CERITA TENTANG IFTHOR JAMA'I BERSAMA KELUARGA ALUMNI KAMMI (3): Nafas Yang Panjang

Sebelum saya lanjutkan, saya ingin bercerita bahwa bang FH datang ke tempat acara tepat pukul 17.14. Setelah Ustadz Pitoyo selesai, bang FH memberikan taujih kepada Alumni yang hadir. Rangkuman taujihnya, ada dalam sesi tersendiri. Tapi intinya, bahwa negara sedang mengalami kegamangan karena tiadanya narasi dan ketidakmampuan menghadapi kompleksitas. Gagap dan panik. Lalu membuat kampanye macam-macam. Membuat langkah-langkah konyol. Tapi itulah tanda dari gelombang perubahan yang sedang terjadi. Kita harus menyiapkan diri. Dengan narasi Islam dan parade massa dan gagasan. Kita harus memperjelas posisi, peta dan juru bicara. Lalu kita akan menjadi pengganti atas jenis rezim yang tidak mengerti situasi bangsa ini.

Begitulah kira-kira taujih dari Presiden Alumni KAMMI. Taujih dua babak sebelum dan sesudah buka puasa. Setelah taujih babak pertama dari Presiden KA KAMMI selesai, kami berbuka dengan kurma, air putih dan teh hangat. Ruangan penuh. Ada sekira hampir dua ratusan alumni  hadir dari berbagai daerah. Ada bupati Takalar terpilih kanda Syamsuri Kitta. Ada Ustadz Husein dari Halmahera Selatan yang juga merupakan Ketua Komisi 1 DPRD setempat. Ada juga kawan alumni KAMMI lulusan Unhas yang menjadi anggota DPRD Provinsi yang di sebuah provinsi di Sulwesi Selatan. Ada juga bang Andi Rahmat, mantan Ketua PP KAMMI ketiga yang sekarang menjadi pengusaha tapi aktivitasnya sehari-hari tak pernah jauh dari dunia politik.

Setelah shalat maghrib usai, kami dipersilahkan makan makanan berat dan berbincang. Selanjutnya, acara kami isi dengan ramah tamah. Amin menjadi pengatur acara. Sambutan pertama datang dari Ustadz Husein. Dari Timur Indonesia. Selain menjadi anggota DPRD, juga menjadi pengurus KA KAMMI. Dan ikut menghidupi organisasi. Anggota DPRD di Halmahera Selatan yang berasal dari Alumni KAMMI ada empat orang. Bercerita tentang dirinya yang dilaporkan ke BPDO partai karena ikut Alumni yang dipimpin bang Fahri.

Sebelumnya Ustadz Husein juga mengalami tuduhan yang akhirnya tidak terbukti. Masih merupakan keturunan Sultan Bacan. Mendirikan lembaga tahfidz Qur'an bersama istrinya. Dan bangga karena KAMMI dan Alumni membentuknya. Minta diperjelas posisi Alumni KAMMI, karena di daerah banyak kader yang bertanya.

Sambutan berikutnya dari Indonesia Barat. Dari Erizal yang merupakan penulis tersohor di Padang. Kolumnis tetap Harian Singgalang. Pengkritik PKS yang sangat aktif. Bercerita tentang perjalanan kami bersama bang FH di Medan. Tentang antusiasnya kader-kader KAMMI berjumpa bang FH. Tentang komitmen kader di daerah untuk berjuang bersama bang FH. Tentang penataan organisasi alumni yang masih terus berjalan. Lalu ada Ardy yang bercerita tentang Pasca Pilkada DKI dan kerja rumah Aspirasi. Juga ajakan agar kader alumni KAMMI ikut berkontribusi menguatkan DKI. Dengan gagasan dan program. Dengan ide dan partisipasi.

Ustadz Syamsari Kitta ikut berbicara. Katanya, ia bersyukur menjadi peserta buka puasa bersama. Menghormati bang FH yang telah menorehkan prestasi terbesar. Dan itu yang juga harus kita syukuri. Kita harusnya bangga dengan Fahri Hamzah yang bisa mewakili dan memperjuangkan agenda umat ini. Kedatangannya ke acara Alumni KAMMI ini dalam rangka imgin tertular semangat pergerakan anak-anak muda. Anak muda memiliki semangat pergerakan. Kalau sama orangtua minta nasehat. Datang ke tempat acara ini bebas aja. Tidak perlu ikut-ikut fatwa.

Ustadz Syamasri juga mengajak alumni agar bersinergi mengelola kekuasaan. Berbagai peluang ditawarkan. Ia juga memberikan masukan; kalau KAMMI dan Alumni mau maju, maka harus dibuat sistem Bapak Angkat, agar ada perhatian senior untuk membantu masalah-masalah juniornya. Kita tidak mesti bersama di satu tempat. Tak usah risau kalau ada yang dipecat atau dikeluarkan dari struktur.  Yang penting tetap beramal. Komitmen beramal itu harus kita jaga.

Sementara bang Andi Rahmat menyatakan bahwa KAMMI dan Alumni harus memformulasikan gerakannya dengan mengadopsi dan menggunakan kemudahan-kemudahan baru, terutama dalam bidang teknologi dan informasi. Kita menjadi gerakan yang kompatible dengan perkembangan. Alumni dan KAMMI, kata bang Andi, sudah memiliki kemampuan yang mumpuni dan lengkap. Itu kita manfaatkan untuk membesarkan gelombang. Yang ketiga, bang Andi menyampaikan bahwa kita tak perlu lagi ditanya di posisi mana kita. Segera menyebar ke berbagai lini dan wujudkan Islam rahmatan lil alamin. Yang ketiga, kita harus memahami guncangan sejarah yang sedang terjadi. Agar kita bisa berperan dalam perubahan ini.

Keempat, alumni KAMMI tidak seperti alumni organisasi lain pada umumnya yang sudah tua. Alumni KAMMI sangat fresh dan sangat segar. Bisa berpikir dan berbuat dengan kualitas yang lebih baik dari yang lain. Kita masih punya nafas yang panjang. Kelima, jika kita sudah menentukan; dipihak mana kita berpijak, maka keberpihakan kita juga mesti kita ukur; agar sejalan atau sesuai dengan gambaran masa depan diri kita dan komunitas kita. Dan yang terakhir, agar gagasan perbaikan yang kita tawarkan kepada orang bisa diterima, maka kita harus bisa berpikir terbuka, berjiwa terbuka dan bergaul terbuka.

Mas Slamet yang membawahi Bidang Hukum dan merupakan salah satu senior Alumni KAMMI menyatakan bahwa SDM kita di bidang, misalnya hukum sudah sangat cukup. Kita bisa bersinergi menyelesaikan berbagai permasalahan. Bisa saling bekerjasama dalam banyak hal. Acara lalu dilanjutkan dengan taujih bang FH babak kedua. Rangkuman taujihnya bisa dibaca dalam tema tersendiri. Sebelumnya, Herlambang yang diberikan kesempatan berbicara juga menyampaikan tentang pentingnya menerjemahkan gagasan Alumni dalam aktivitas yang real.

Setelah urun bincang dan taujih itu, kami lalu menutup acara tersebut dan saling berbincang atau berfoto bersama. Cukup lama kami berbincang. Pekan depan diputuskan kita akan berkumpul lagi. Ifthor Jama'i lagi. Dengan tema berbeda. Mengajak aktivis lintas organisasi. 

Setelah setahun, Alumni KAMMI semakin menyadari; bahwa tugas sejarah yang diembannya semakin berat. Kita punya tanggungjawab besar membawa bangsa ini melewati gelombang besar dengan selamat. Menawarkan narasi baru tentang masa depan yang lebih baik. Menyisipkan mimpi-mimpi di benak umat; bahwa kebangkitan itu sudah dekat. Bahwa kemenangan itu ada di depan mata.

(Selesai)

Ditulis dan dirapikan di Lombok, 2 Juni 2017

CERITA TENTANG IFTHOR JAMA'I BERSAMA KELUARGA ALUMNI KAMMI (2): Mimpi Itu Harus Tinggi


Ustadz Pitoyo kemudian melanjutkan, dengan menceritakan dirinya. Yang sempat dialienasi dari komunikasi grup di sesama kawan, karena berbeda pendapat. Tapi kata Ustadz Pitoyo, kita jangan sampai melahirkan kebencian dalam diri kita. Jangan memusuhi saudara-saudara sesama aktivis dakwah. Kita harus tetap sahabat sampai hari kiamat. Harus tetap cinta. Tapi kita jaga kemerdekaan kita. Kemerdekaan bersikap kita. Kemerdekaan kita dalam posisi kita pada kebenaran. Kita bertanggunghawab kepada Allah atas pikiran kita dan sikap kita.

Yang ketiga, kuatkan maknawiyah kita dalam perjuangan. Kita percaya dan semakin kuat keyakinan kita akan datangnya kemenangan. Termasuk kemenangan dalam kehidupan kita. Kalau kita terus mendukung kebenaran Allah, maka percayalah, Allah akan kasih rizqi dalah hidup kita. Allah akan lipatgandakan amal kita dengan kebaikan dan kehidupan kita akan dijamin oleh Allah. Jangan pernah berhenti mendukung kebenaran. Berjuang di jalan kebenaran. Sampai mati. Nanti akan mendapatkan fadhilah-fadhilah dalam perjalanan kita yang luar biasa.

Dalam Ramadhan ini, setidaknya, ada beberapa hal yang diinginkan oleh Allah dari diri kita. Pertama, penempaan dan penguatan kehendak. Lailatul Qadr diturunkan di bulan Ramadhan. Bukti bahwa Allah sedang menginginkan sesuatu. Apa yg diinginkan oleh Allah kepada kita adalah selalu tunduk kepada Allah. Cinta kita tidak boleh hilang. Kekuatan doa itu bisa merubah seluruh perjalanan dan peristiwa yang akan datang. Kita harus memiliki "Quwwatul Iradah". Kekuatan iradah. Jangan apa-apa, bilang terserah. Atau hanya ikut-ikutan.

Ustadz Pitoyo menceritakan dirinya dan pengalaman hidupnya yang pada usia 21 tahun menikah dan pada usia 25 tahun berjuang bersama dakwah hingga hari ini. Mungkin sudah hampir empat puluh tahun berdakwah. Sempat berjumpa dengan Buya Hamka dan Muhammad Natsir. Ketika pertamakali mengenal dakwah, mengalami cobaan karena istrinya hampir saja ia ceraikan tersebab karena tak mau memakai jilbab. Tapi akhirnya, setelah mendapatkan nasihat dari Buya Hamka, ia pelan-pelan mendakwahi keluarga. Sekarang, ia bersama istrinya sudah mendapatkan cucu yang banyak dan langgeng sampai sekarang.

Karena lebih lama mengenal dakwah dan tahu sejarah sejak awal ketika semua perjalanan dakwah ini dimulai bersama dengan para pendahulunya, maka ia bilang, ia selalu cuek dan tak bisa basa basi. Selalu mengatakan kebenaran yang ia yakin.

Ustadz Pitoyo juga menceritakan tentang kekuatan iradah para sahabat Rasulullah. Mereka berjuang sejak mereka semua miskin. Tapi kehendak dan cita-cita seperti melampaui situasi saat itu. Seperti terbang ke langit-langit kehiduapan. "Kamu yang akan menaklukan Persi", kata Rasul kepada sahabatnya. "Kamu yang akan menaklukan Romawi", kata Rasul kepada sahabatnya yang lain. Ini motivasi yang harus terus kita bangun.

Salah satu kunci semuanya adalah keikhlasan. Keikhlasan bisa menembus semua penghalang. Kita adalah barisan murid para pejuang dakwah dan kebenaran. Keikhlasan itu menjadi intisari dari seluruh kemauan kita pada masa depan. Kita juga tak boleh berhenti menaruhkan harapan pada kehendak Allah di masa depan. Kalau minta sesuatu sama Allah itu yang tinggi. Kalau Allah mau kasih sesuatu kepada kita, maka sebab-sebabnya dan jalannya diikutkan kepada kita.

Tema Rabhtul 'Aam dalam dakwah ini mengandung pesan, bahwa kita, pertama bisam memberikan sarana kepada orang shalih untuk berkiprah. Jangan tak terlibat dalam agenda ummat. Apalagi menjauhi. Ada agenda unmat seperti demonstrasi dan Aksi Bela Islam, malah menjauhi dan menakuti-nakuti. Malah mewaspadai. Ini adalah kekonyolan. Lalu tiba-tiba mengklaim seolah-olah kemenangan gubernur muslim adalah kerja-kerjanya. Padahal yang memenangkan Anis Sandi itu Allah. Allah yang menciptakan gelombang yang menggerakkan umat Islam. Jangan gede rasa (GR).

Makna Rabhtul 'Aam yang lain adalah, bahwa kita tidak menjadi qadhaya (sumber masalah) di tengah masyarakat dan bangsa. Kita harus menjadi penyelesai masalah (problem solver). Jangan tidak dewasa dalam bersikap. Jangan menampilkan gambaran seolah-olah kerja kita hanya menjadi cemoohan karena dianggap tidak mewakili isi hati umat dan bangsa. Jangan menambah masalah umat. Dan yang terakhir, kita harusnya bisa bekerjasama dengan siapapun juga. Bisa menjadi unsur perekat dalam isu kebangsaan dan keumatan. Tidak sendirian dan tak jelas mau apa.

Dalam Ramadhan ini, kita juga maknai dengan penguatan daya tahan. Kita nantinya akan berbenturan dengan kekuatan yang mau menggoyahkan barisan kebenaran. Mau tak mau. Makanya daya tahan harus dikuatkan. Agar kita tidak jatuh. Inilah momentum itu. Momentum Ramadhan. Dan yang terakhir, Ramadhan harus kita maknai dengan mendahulukan ibadah kepada Allah. Perkuat amaliyah Ramadhan. Kita galakkan kembali i'tikaf di Masjid lingkungan kita. Harus jadi panitia I'tikaf semua. Jangan malas dan tidak ikut i'tikaf. Jangan sekedar i'tikaf. Tidur dan shalat saja. Tapi perkuat dan perdekat hubungan kita kepada Allah.

Gelombang kemenangan umat ini sudah ada di depan mata. Dengan kekuatan umat yang Allah gerakkan, semua uang dan modal dalam pertarungan elektoral itu bisa kita kalahkan. Di Pilkada DKI, modal yang tak pernah dibayangkan kita, bisa dilibas oleh kekuatan umat. Insya Allah, Allah akan menangkan umat Islam. Tanda-tandanya sudah ada. Tinggal kita ambil peran atau tidak. Tertinggal atau ikut. Di dalam struktur atau diluar, jangan dipermasalahkan. Yang penting bekerja dan bergerak terus.

Kita harus yakin, bahwa kita akan merubah dunia. Kalau kita hilang cita-cita peradaban kita, maka kita akan dilibas dan tergilas oleh perubahan yang sedang berlari ini.

Ditulis dan dirapikan dalam perjalanan Jakarta-Praya, 2 Juni 2017

(Bersambung)

CERITA TENTANG IFTHOR JAMA'I BERSAMA KELUARGA ALUMNI KAMMI (1): Pemuda Paling Bahagia

Ramadhan hari keenam. Tanggal 1 Juni. Hari Kelahiran Pancasila. Hari ini juga, Alumni KAMMI adakan Ifthor Jama'i. Jalan-jalan Jakarta sedang tak macet. Orang-orang masih mengurung diri dalam kesibukannya. Dua jam lagi waktu berbuka. Takjil dijual di banyak jalan dan ruang terbuka. Pinggir jalan di Senayan penuh dengan makanan. Di pintu masuk saya berpapasan dengan Fariz, anak muda dari Bogor.

Saya terburu-buru masuk ke Rumah dinas bang FH yang ada di samping pintu masuk Gedung DPR RI. Peserta masih sepi. Kebanyakan justru dari luar kota yang datang terlebih dahulu. Beberapa ibu-ibu membentuk lingkaran kecil. Saling bertanya kabar. Mungkin juga saling bertanya momongan dan berbagi tips masak.

Alumni KAMMI yang laki-laki berada di ruang tengah. Amang, Taufik, Amin, Erizal dan Samsani. Masih banyak lagi yang lain. Saya, Erizal dan Samsani baru datang jam 12 siang tadi dari Medan. Kami berada disana beberapa hari. Raut lelah masih nampak. Kami semua. Belum juga hilang. Nampak diuar, beberapa alumni dari Indonesia Timur, duduk. Ada Ustadz Syamsari Kitta, bupati terpilih dari Takalar. Dan yang lainnya. Saya sempatkan foto bersama.

Kami saling berbincang. Tapi tak lama. Saya undur diri pamit mau selesaikan target tilawah. Tak lama, Fadhli, aktivis KAMMI yang lama kuliah di Bogor dan sekarang tinggal di Gorontalo, mengajak bicara. Di samping saya ada juga Jusman Dalle. Penulis dan analis ekonomi muda yang sekarang menjadi konsultan marketing beberapa korporasi besar. Sedang menata diri, katanya.

Tema Bukber KA KAMMI kali ini; "Ramadhan Sebagai Momentum Untuk Meneguhkan Komitmen Perjuangan Mewujudkan Cita Muslim Negarawan". Sengaja tema itu kami ambil, pertama, agar alumni KAMMI bisa fokus untuk meningkatkan ruhiyah dan kematangan jiwanya selama Ramadhan. Kedua, menjadi dentang alarm yang berbunyi; agar Ramadhan juga bisa menjadi momen muhasabah gerakan dakwah Alumni KAMMI.

Ketiga, menjadikan Ramadhan bandul penguat impian dan cita-cita kepemimpinan Alumni. Menjadi pelopor persatuan dan batu bata kebangkitan umat dan bangsa. Keempat, momentum Ramadhan adalah momentum untuk membaca tanda-tanda dari perubahan bangsa ini, dan menentukan peran Alumni.

Pukul 16.45, Fadhli, didaulat menjadi MC dan membuka acara. Akmal Jun mengisi tilawah. Bang FH mengabari, selesainya ia dari acara membaca puisi di Tadarus Puisi Ramadhan yang diprakarsai Fadli Zon di Taman Ismail Marzuki (TIM), ia akan segera meluncur ke tempat acara. Bang FH membacakan dua puisi di acara Tadarus Puisi. Judul pertama "Mimbar". Judul kedua "Jaket Yang Berlumuran Darah".

Selesai tilawah, MC mempersilahkan Amang, Sekjen Keluarga Alumni KAMMI memberikan sambutan acara. Kata Amang, semoga Ramadhan ini mampu membangun kesadaran bahwa kita adalah aktivis dakwah. Amang juga mengingatkan bahwa Alumni KAMMI harus berani dan siap mengambil tanggungjawab yang diambil. Sekarang, sudah punya pasangan dan keluarga, sudah punya komunitas dan sebagainya. Tanggungjawab kepemimpinan di tempat-tempat itu harus dilaksanakan oleh masing-masing alumni.

Selesai sambutan Sekjen, MC kemudian memberikan waktu kepada Ustadz Pitoyo Marhaban, seorang ustadz sepuh yang berpuluh tahun malang-melintang di dunia dakwah. Beliau seakrang banyak membina anak-anak muda di daerah Pulogadung. Dalam taujihnya, Ustadz Pitoyo menyatakan kegembiraanya bertemu anak-anak muda Alumni KAMMI.

Penanggung beban dakwah itu disebut rijaluddakwah. Kata "rijal" itu berarti pemuda. Kebenaran itu sifatnya seperti pemuda. Kita bisa saja menjadi tua. Bertambah usia. Tapi kebenaran tak bisa tua. Ia abadi bersama kehidupan itu sendiri. Ia pupus ketika pengadilan akhirat tiba dan menjadi saksi dari apa yang kita yakini dan perjuangkan.

Tugas yang penting bagi kita para pemuda adalah, pertama, dzikir kepada Allah. Meninggikan kalimat Allah adalah tugas yang mulia. Kedua mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Kita taat kepada Allah sampai tua dan meninggal. Jika itu yang istiqomah kita lakukan, maka kita menjadi orang yang paling bahagia hidupnya.

Ditulis dan dirapikan dalam perjalanan Jakarta-Praya, 2 Juni 2017

(Bersambung)

ISI TAUJIH PRESIDEN KA KAMMI FAHRI HAMZAH PADA ACARA IFTHOR JAMA'I (BUKBER) KELUARGA ALUMNI KAMMI Jakarta, 1 Juni 2017

Tema "Ramadhan Sebagai Momentum Untuk Meneguhkan Komitmen Perjuangan Mewujudkan Cita Muslim Negarawan"

1. Barusan saya dari acara Fadli Zon. Diminta membacakan puisi tentang Pancasila. Di Taman Ismail Marzuki.

2. Karena hari ini adalah Hari Kelahiran Pancasila, maka momen Ifthor ini kita jadikan sebagai bagian dari peringatan Hari Lahir Pancasila.

3. Sebagai seorang aktivis dakwah, maka kita harus perbaiki cara pandang kita terhadap situasi.

4. Karena Dakwah harus memiliki cara pandang atas segala situasi yang sedang terjadi.

5. Setiap generasi harus memiliki kemampuan yang komprehensif dalam menghadapi situasi.

6. Kita adalah generasi baru. Generasi yang menjadi pelopor. Kita lahir di era ketertutupan.

7. Kita lahir ditengah gelombang siklus duapuluh tahunan. Kita menjadi penanda

8. Generasi baru yang lahir ini harus memiliki pengertian baru atas situasi negeri ini.

9. Maka saya mengajak kita semua untuk mengasah kemampuan mambaca kompleksitas.

10. Saya semakin melihat dengan kepala dan pikiran sendiri bahwa akar krisis kepemimpinan ini akan muncul.

11. Fenomena kampanye "Saya Indonesia" itu adalah bentuk kecemasan dan ketidakmampuan membaca kompeksitas

12. Kita balikkan kampanye itu dengan menyerukan "Saya Indonesia. Saya bukan mualaf Pancasila"

13. Gerakan Saya Pancasila ini lahir dari kegamangan. Karena habis kalah pilkada. Lalu marah. Kepada semua. Termasuk kepada penguasa.

14. Kita sudah lama ber-Pancasila. Sudah hapal diluar kepala seluruh silanya. Karena itu tidak diliputi histeria.

15. Fenomena kegaduhan ini adalah ekor dari ketidakmampuan menghadapi persoalan yang kompleks.

16. Tema kebebasan, keterbukaan, equality before the law, tirani mayoritas, tirani minoritas adalah tema yang harus dimengerti dengan dalam. Karena ini rumit.

17. Karena ini sulit maka kelihatannya akan ada kegagalan mengelola kompleksitas ini. Nantinya akan berlanjut pada kegagalan memimpin

18. Kita tidak berharap kepemimpinan ini jatuh ditengah jalan. Tapi kelihatannya akan ada transisi.

19. Transisi yang membuka jalan bagi adanya legitimasi pemetintahan yang lebih kuat. Kita kawal

20. Ekor dari krisis ini muncul dari fakta bahwa kompleksitas ini tidak mampu dikelola. Tidak mampu menerjemahkan realitas baru.

21. Mana makar mana berbendapat. Mana yang berserikat mana yang makar. Mana penghinaan mana kritik.

23. Inilah tanda yang menandai siklus dua puluh tahunan gelombang itu. Akan ada perubahan yang akan menjelaskan kegamangan itu. Menjadi terang.

24. Tapi kita jangan berharap bahwa rezim ini akan jatuh, karena kejatuhan (ditengah jalan) ini akan menjadi sumber krisis baru

25. Kita mengalir bersama Gelombang yang akan menuntaskan jenis rezim yang tidak mengerti persolan diatas.

26. Dan jika masalah kompleks bangsa ini selesai, nantinya kita akan muncul menjadi kekuatan baru ditengah dunia yang miskin ide dan gagasan

27. Kemarin dalam pertemuan negara Islam, Donald Trump dan Raja Salman jd pusat perbincangan.

28. Trump turun dari tangga pesawat. Diterima dengan karpet merah. Setelah maki-maki tentang Islam.

29. AS mendapatkan suntikan investasi sebesar US $ 380 M atau sekitar 5130 T.

30. Trump dikasih kesempatan mempidatoi didepan pemimpin Islam. Kata Trump, agama saudara-saudara punya masalah.

31. Dengan kebebasan, demokrasi, civil society dan seterusnya. Paham apa Saudi Arabia dg demokrasi. Tapi Trump kantongi duit. Bisa tarik investasi

32. Dia bisa paham peta ekonomi global. Apa maunya negara-negara tetangga. Tidak seperti kita.

33. Pemimpin kita rupanya tidak paham demokrasi, juga tidak paham peta politik luar negeri.

34. Soekarno paham dengan presisi sekali tata dunia global. Makanya pintar berselancar dan bermain.

35. Inilah fakta. Bahwa ini kegagalan pemerintahan. Pemerintahan yang disokong oleh generasi yang tidak punya sejarah melawan.

36. Maka yakinkan diri kita bahwa penggantinya adalah generasi yang lahir 20 tahun yang lalu. Yang mengerti bagaimana kelemahan proses ini.

37. Generasi yang mampu bekerjasama dengan kejamaahan dan juga mampu belerjasama dengan semua pihak dalam politik.

38. Generasi lama harus tahu diri. Tapi memang ini adalah benturan antar generasi. Kadang tidak rasional sikap-sikapnya.

39. Banyak sekali reaksi yang tidak rasional penjelasannya. Inilah kegamangan menghadapi kompleksitas itu.

40. Mari kita optimis bahwa generasi baru ini memenangkan dakwah politik. Dan menata negara. Dulu orde baru terlalu mapan, kita yang bisa hadapi.

41. Saya membaca gerakan Macron. Saya membaca En Marche. Ini adalah bentuk dari "winning the narrative". Proses memenangkan narasi.

42.Narasi Islam sejauh ini sudah kuat. Tinggal kita gelindingkan En marche. Pawai gagasan dan massa yang solid.

43. Maka bisa dilawanlah "narative baru" yang disampaikan Jokowi yang gamang dan reaksioner itu.

44. Walaupun kita tahu, Jokowi sekarang sedang ditunggangi oleh kelompok yang sedang kecewa. Kekecewaan karena kalah.

45. Sampaikan, kita bukan Mualaf Pancasila.

46. Hari ini, naratif Islam itu sudah menang. Sudah menjadi jejaring gerakan. Saya lihat dimana-mana muncul jejaring baru isu Islam.

47. Modal kita sudah ada dua. Narrative sudah ada. Gelombang Islam sudah ada. Siapa yang menggelayut, dia menang.

48. Kemenangan Anies Sandi bukan karena partai. Tapi karena calon menggelayuti gelombang narasi Islam. Diuntungkan oleh gerakan.

49. Jejaringnya sudah ada. Tapi kita mesti cermati. Tokoh gerakan hari ini bukan parpol. Partai tidak dapat tempat.

50. Siapa yang bisa memimpin gelombang ini. Itu pertanyaannya. Figurnya siapa.

51. Menurut saya, 2017 ini, kita harus bisa fokus dan jelas menunjuk siapa yang fasih menjadi juru bicara.

52. Kita cari juru bicara yang fasih menjelaskan tentang narasi Islam dan juga yang mampu menganyam seluruh kekuatan.

53. Sekarang ada yang mulai menggaungkan Kanan Baru. Islam, nasionalisme dan demokrasi sebagai tesis. Kita lihat.

54. Kita pelihara narasi ini. Kita pelihara dan jahit  gelombangnya. Tapi harus berhati-hati. Karena menurut saya, terlalu Kanan juga bahaya.

55. Dan Kepemimpinan itu kita percaya kepada Takdir. siapa yang dinaikkan Allah dan diturunkan oleh-Nya.

56. En marche yang digerakkan oleh Macron itu tidak ke kanan dan juga atau kiri. Berada di wadah besar.

57. Tahun depan harus ada peta yang sudah lebih jelas.

58. Indonesia kalau dipimpin oleh orang yang tidak mengerti Islam, maka simpul-simpul ini menggelegak.

59. Kalau situasinya dipanaskan, dan meletup maka yang dapat tempat adalah yang syubhat.

60. Orang yang menyeret Indonesia ke titik ekstrim inilah yang kita lawan. Orang yang tidak happy dengan keberagaman.

61. Demikian. Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Perjuangan

Andai perjuangan ini mudah, pasti banyak yang menyertainya.
Andai perjuangan ini singkat pasti banyak  yang istiqomah.
Andai perjuangan ini menjanjikan kesenangan dunia pasti banyak orang yang tertarik padanya.
Tetapi hakikat perjuangan bukanlah begitu, turun naiknya, sakit pedihnya, umpama kemanisan yang tidak terhingga.
Jika lelah, segeralah, bangkitlah segera. Andai terluka, ingatlah Janji-Nya"

PANSUS ANGKET KPK BEKERJA, TRADISIKAN BANGSA AGAR TERBUKA

Akan banyak yang mengejutkan dalam pemeriksaan #AngketKPK yang rakyat wajib tahu...lihat saja nanti.

#HakAngket adalah kewenangan konstitusional untuk memeriksa jalannya penggunaan uang dan kekuasaan..

Tidak ada ruginya bagi rakyat dalam penggunaan #HakAngket Karena akhirnya ini untuk melayani rakyat agar tahu..

#HakAngket hanyalah pisau bedah... untuk mengurai sesuatu yang sering tidak nampak oleh kasat mata.. rakyat pasti bahagia..

Bagi rakyat,
Pertunjukan pemeriksaan oleh @DPR_RI seharusnya pemandangan rutin. Karena semua akan bermuara pada kebenaran..

Rakyat perlu tahu apa yang terjadi.
Rakyat perlu tahu penggunaan uang dan kekuasaan dalam lembaga negara.

Tugas lembaga legislatif di.manapun adalah menyajikan data informasi yang terbuka kepada pembayar pajak... kepada rakyat.

Karena itulah nanti rapat2 #AngketKPK akan selalu terbuka agar publik mengetahui apa yang terjadi... transparan..

Rakyat dipersilahkan datang menonton di ruang yang ada agar tidak ada keraguan.. saksikan langsung atau siaran langsung..

Yang datang dengan maksud mau bikin streaming silahkan.. Rakyat wajib tahu apa yang terjadi.. lembaga negara wajib transparan..

Dengan itikad terbuka seperti itu kenapa tetap ada yang tidak setuju @DPR_RI menggunakan #HakAngket terhadap @KPK_RI ?

Saya sendiri menganggap karena mayoritas belum paham manfaat keterbukaan penggunaan #HakAngket itu..

Saya yakin banyak yang sudah berubah dan justru penasaran ingin menonton.. dengan penuh tanya "ada apa sebenarnya?"

Tetapi memang ada kelompok kecil yang sangat takut dengan #AngketKPK karena akan banyak yang jadi terbuka..

Ada sekelompok orang yang ingin mempertahankan agar gerakan anti korupsi menjadi tertutup dan eksklusif..

Mereka sepertinya ingin mempertahankan agar ini tetap hanya menjadi kesibukan KPK dan LSM pendukungnya..

15 tahun sudah mereka menguasai lapangan permainan pemberantasan korupsi... permainan ini sepertinya ingin dikuasai..

Mereka sudah berhasil melumpuhkan semua lembaga.. sehingga kredibilitas hanya menjadi milik segelintir orang..

Tentu kecurigaan itu harus objektif karena itu tidak ada yang lebih baik kecuali terbuka saja..#DukungTransparansiKPK

Tidak ada yang perlu ditakutkan..
Seperti semboyan KPK selama ini:
#BeraniJujurHebat
#BersihNoRisih

Ini semua bagi kebaikan rakyat dan bangsa Indonesia.. mari tradisikan keterbukaan.. jangan takut..

Twitter @Fahrihamzah
9.51-11.32  12/6/2017

Sabtu, 10 Juni 2017

DAMAILAH, JANGAN SERET NEGARA BERBUAT ANIAYA

Ramadhan ini sudah setengah berlalu. Kita berpuasa dengan tenang. Alhamdulillah semua berjalan baik.

Di beberapa negara muslim di tempat lain mereka tidak bisa berbuka dan berpuasa setenang kita.

Sebagian karena perang, atau berada dalam cengkraman situasi yang tidak aman. Tidak ada pawai, taraweh apalagi buka bersama.

Ada yg terancam menjadi negara gagal. Padahal, negara mereka lebih kecil. Negara kita jauh lebih besar.

Di timur tengah,
Satu benua.
Satu bahasa..nyaris satu budaya..
Tapi mereka berperang saudara..
Konflik makin parah..

Di negara kita,
Belasan ribu pulau,
Ribuan bahasa dan budaya...
Alhamdulillah....

Tapi kita harus tetap waspada...

Situasi aman kita telah berlangsung lama dan tidak ada aman kecuali kalau semua kita saling menerima...

Tapi,
Tengoklah ke masa lalu bahwa batang tubuh bangsa ini terdiri dari komunitas sosial dan politik Islam yang besar...

Komunitas sosial dan politik yang toleran.. sejak awal dan sejak pertama menuju kebangsaan..

Maka menjadi aneh jika hari ini ada kampanye massif seolah kita hidup di tengah bangsa yang tidak toleran..

Sangat disayangkan ada dari kita membesar2kan peristiwa2 kecil untuk menjadi fakta seolah bangsa besar ini gagal dalam toleransi.

Lebih kita sayangkan lagi bahwa kampanye negatif kepada bangsa indonesia dilakukan di luar negara..

Padahal inilah saat bersatu...dunia lagi kacau balau. Kita memerlukan persatuan Indonesia. Sila ke-3 pancasila.

Apa yang belum tuntas dari cara kita saling memandang? Apa yang masih membuatmu ragu?

Itu seperti pertanyaan kepada kekasih... padahal itu pertanyaan kepada bangsa... sebuah union... sebuah koloni...

Kenapa masih ada kampanye yang meragukan umat Islam? Apa yang belum cukup? Apa yang belum dibuktikan?

Mungkin takkan ada lagi pembunuhan berdarah.. tetapi membunuh bangsa sendiri dengan kata2 juga adalah kejahatan luar biasa...

Jangan fitnah bangsa kita dengan manipulasi dan kata2 yang tiada akarnya dalam realita...

Kembalilah,
Kepada pelukan nusa,
Menjadi sahabat dan saudara...
Tanpa merasa disisihkan...
Tanpa rasa takut...

Diskriminasi telah dilarang dalam konstitusi negara...
Anti diskriminasi telah kita undangkan...
Negara melindungi kita...

Dan dalam pelukan ummat Islam yang lahirkan bangsa ini kehangatan dan kemesraan telah nyata...telah terasa..

Tidak ada bangsa yang toleran seperti kita... meski kita belum sempurna tapi kita terus belajar bersaudara..

Kurang sedikit kita nikmati bersama.. tapi jangan seret negara berbuat aniaya... berlaku tidak adil atau zalim..

Karena itu bisa menjadi awal bencana... awal malapetaka...

Bersatulah bangsa...
Bersatulah ummat...
Hayya alal sholah
Hayya Alal Falah

Twitter @Fahrihamzah
19.24-04.54 10-11/6/2017

Jumat, 09 Juni 2017

#KAMM18ERGERAK

Malam ini; Saya disambut teman2 alumni KAMMI sekaligus merayakan 18 tahun #DeklarasiMalang 29/3/1998

Teman, pernahkah kau melihat tangan sejarah?

Ia halus selembut belaian angin sepoi-sepoi.....

Ia lembut seperti selendang sutra mu yang membalut indah...

Ia tak nampak...tapi terasa. .perlahan dan menjelma...

Itulah yang aku saksikan sendiri...pada masa pancaroba negeri kita tercinta..

Dan, pernahkah tangan sejarah menjabat tanganmu? Pernahkah ia memperkenalkan diri?

Pernahkah ia berbisik-bisik tentang rencana dan hari esok?

Aku tak tahu persis kapan waktunya...tetapi orang-orang besar menulis memoarnya sendiri...

Mereka berbisik kepada diri sendiri...tak henti-henti...

Aku menduga sejarah berbisik padanya...

Entahlah...itulah rahasia yang telah berhenti...Tuhan telah berhenti berfirman...

Tuhan tidak lagi mengirimkan pesan melalui kitab suci...

Tetapi apakah Tuhan berhenti berpesan?

Imanku meyakini bahwa Tuhan tidak pernah berhenti. ..

Maka materialisme historislah yang telah berdusta. ..

Sejarah tidak dikendalikan oleh materi semata...tapi oleh bisikan Tuhan...

Bisikan yang lembut...bisikan yang maha lembut...

"....sesungguhnya Tuhan maha lembut (latief) apabila berkehendak..."

Kepada siapa dan melalui siapa bukan urusan kita...

Tugas kita adalah meyakini dan keyakinan adalah sumber harapan kita..

Lalu harapanlah yang membuat kita terus melangkah maju tanpa henti...

Terus melangkah maju...entah sampai kapan...

Karena hanya ada dua kemungkinan...

Kita kembali kepada-Nya atau bersabar dalam perjuangan. ..

Bersabar karena kita yakin dan memiliki harapan. ..

Seperti seorang petani yang terus menanam..atau seorang ibu yang memelihara kandungan..

Selalu ada harapan...
jika dalam hati kita ada keyakinan..
seperti nyala lilin dalam kegelapan...

Maka...hangatkanlah hari ini wahai teman...

Hangatkanlah tubuh bangsamu yang dingin seperti menjelang kematian. .

Sesekali nyalakankah api...agar semua kembali bangkit dari tidur panjang. ..

18 tahun yang lalu kita lahir...dari rahim pergerakan. .

Tanpa sadar kita semua berada dalam perjalanan panjang. ..

Sebuah bangsa lahir dan memulai harapan.

Demokrasi dan kebebasan telah berhasil kita perjuangkan. .

Tapi apakah hanya itu yang yang kita persembahkan?

Tapi apakah kita sudah sampai ke negeri tujuan?

Tidak, karena perbudakan masih merajalela ...

Karena nafsu angkara murka masih berkuasa. ..

Karena kezaliman masih bertahta ..

Tidakkah kau melihat orang-orang yang diusir dari negerinya itu dengan iba?

Tidakkah kau mendengar isak tangis anak2 yang dihujani mesiu itu dengan luka?

Selama keperihan hidup masih kasat mata...kita harus terus berada di sana..

Maka...pada hari kita ada...
18 tahun yang lalu. ..

Di sebuah mesjid yang sunyi..
keberanian kita menyalak..

Tekad kita bulatkan. .
keberanian kita unjukkan...

Apapun resiko telah kita ambil..apapun halangan kita singkirkan..apapun ancaman kita lawan!

Dan...di antara kita telah ada yang pergi..takdirnya berakhir...tinggalkan kita dalam perjalanan. ..

Tinggalkan kita dengan sisa-sisa pekerjaan..

Lalu, apakah kita akan terus berjalan?

Asalkan tetap ada cinta di antara kita aku akan bertahan..

Asalkan tetap ada ukhuwah dan persaudaraan kita akan tetap bergandengan tangan...

Apakah kau sanggup melihatku dalam arus cobaan?

Apakah kau takut kehilangan teman dalam perjalanan?

Aku takkan pergi...bukankah kita bertekad bersamaan?

Hidup mulia dalam perjalanan .
atau mati dalam perjuangan. ..

Mari bergerak terus teman,
jangan berhenti..
jangan menoleh..
jangan mundur ke belakang..

Allah Maha besar...

Ditulis dalam kunjungan kerja dan pelantikan KAMMI Riau, 29/3/2016.

#KAMM18ERGERAK

Janganlah kau ikatkan nasibmu pada pohon padi...meski ia berbuah nasi yang membuatmu kenyang...

Janganlah kau titipkan nasibmu pada manusia...meski ia raja...ia sama seperti kita

Janganlah kau sandarkan hidupmu pada negara atau imperium...meski kokoh mereka jatuh bangun...

Dan sandarkan lah nasibmu kepada Allah...karena DIA maha kuasa...

Dialah yang menulis nasibmu dari awal sampai akhir...lahir dan matimu dan setelah itu..

Dialah yang memutuskan kemuliaan atau kehinaan...bagimu di sini dan di sana...

Dialah yang memutuskan untukmu celaka atau selamat...

Seandainya seluruh bumi memusuhimu, tiada guna jika ia sahabatmu..

Seandainya seluruh manusia menyembah dan memujamu tiada guna jika Allah menjadi musuhmu...

Jika seluruh dunia menghendakimu celaka tidak bisa jika Ia telah memutuskanmu selamat..

Jika seluruh dunia inginkanmu selamat tidak berguna jika Ia telah putuskanmu celaka..

...pena telah diangkat dan lembaran-Lebaran telah kering...HR Tirmidzi.

Jangan tradisikan dalam diri kita rasa takut kepada kekuasaan, struktur atau apapun selain Allah...

Jangan ikuti kekuasaan atau pemimpin karena mereka fana dan hilang...

Ikutilah hatimu karena ia kekal dan dibawa mati...

Pada hari ketika kita sendiri di pengadilan akhirat yang sepi...

Yang lain yang kau ikuti dan takuti akan hilang...tinggallah kita sendiri..

Ketika seorang menjadi pemimpin tertinggi maka menjadi tipis perbedaan antara lembaga dan pribadi...

Tugas kita adalah mengingatkan bahwa sebagai manusia kita bisa salah...mari berdiskusi...

Terpeleset menggunakan lembaga untuk keputusan pribadi...

Maka kritik adalah sehat...maka kontroversi selalu harus dilewati..

Mungkin kita tidak biasa begini...tapi coba lihat bagaimana Allah mengatur keseimbangan bumi..

Bumi ini Penuh Dialektika...
Pro dan kontra...Tesa dan anti tesa.

Sejak iblis menggoda bumi...
Maka keikhlasan adalah tameng hati...

Jangan ada rasa benci...
Kita hanya bisa melewati ini dengan hati yang bersih..

Partai hanya bisa berdiri dengan cinta dan komitmen ideologi...

Kekuasaan tidak bisa menggerakkan kesukarelaan kader..

Orang mau bekerja karena kita mencintainya...bukan karena kita menguasainya...

"kalau cinta sudah dibuang...jangan harap keadilan akan datang"...@iwanfals

Inilah prinsip kepemimpinan sejati...qiyadah wal jundiyah akhirnya adalah soal hati. Soal rasa.

@fahrihamzah 7/4/16

Semoga Mendung Ini Menghasilkan Hujan, Lalu Bersemi Bunga Setelahnya

#JumatBerkah
bismillah...

Jika ada yang melukai ku pagi ini, ialah tuduhan bahwa aku tidak mengerti partaiku.

Anak-anak muda yang datang kemudian diracuni oleh kronologi yang dikarang tanpa fakta dan alat bukti

Digambarkan kesalahanku seolah aku punya dosa besar yang tidak bisa diampuni.

Dosa yang tidak bisa diampuni seharusnya adalah kesalahan yang bisa dipidana atau pelanggaran etika berat

Tapi, tidak ada pelanggaran apa2 ini hanya kehendak pencari cara mengusir saya dari rumah saya sendiri..

Sejak semula permintaan Ketua Majelis Syuro atau KMS adalah permintaan pribadi...

Beliau juga minta saya merahasiakan percakapan kami pribadi

Kalau bukan permintaan pribadi tentu akan melalui jalur struktural

Jangan lupa PKS adalah partai kader dan tidak bisa sesuatu terjadi tiba-tiba

Semua kader direkrut dari bawah. Ditanam, disemai, diberi pupuk dan dijaga bagai pohon..sampai ia rindang dan berbuah.

Dan penjagaan dilakukan secara kolektif dalam kultur partai dan jama'ah yang Solid

Bahkan yang dijaga bukan hanya kader tapi anak dan keluarganya.

Jadi saya bukan orang baru bersama PKS. Perjalanan sudah terlalu jauh.

25 tahun yang lalu saya ikut ta'lim pertama di Mataram. Dalam gelap gulita keluasan negara orba

Lalu saya hijrah ke jakarta...ikut tarbiyah melintasi masa paling berharga dalam hidup saya

Menjadi aktifis masjid, aktifis mahasiswa, ketua umum KAMMI pertama dan deklarator PK

Ini kisah panjang Bersama PKS yang kami sebut juga Bersama Dakwah.

Maka bagaimana secara struktural membaca seorang kader yg telah berjalan lama?

Tentu perjalanan panjangnya harus diperiksa. Recordnya ada terekam dalam sejarah kaderisasinya

Alhamdulillah,
25 tahun saya bersama halaqoh dan usroh. Berganti grup dan tim kerja. Tidak ada masalah

Alhamdulillah,
12 tahun lebih menjadi pejabat publik rakyat Indonesia menerima dan terus diberi Amanah

Saya tidak punya masalah kalau dibaca dari bawah dan dari kinerja. Alhamdulillah

Lalu dalam percakapan dengan KMS saya bertanya, "Apa salah saya ya Ustadz?"

Menarik bahwa beliau bilang "Antum (Anda) tidak ada salah dan salah seorang kader terbaik..."

Kalau diakui kader terbaik lalu kenapa dipecat dari seluruh tingkat keanggotaan?

Ini pasti salah dan pasti tidak pakai nalar dan logika. Ini nafsu angkara murka.

Itulah sebabnya pemecatan ini salah semua motif, prosedur dan tujuannya.

Tidak lebih dari 10-An orang terlibat merekayasa seolah ada masalah pada saya.

Perbedaan pendapat dengan KMS didelik sebagai pelanggaran paling berat sedunia.

Kader, struktur dan elemen pembinaan tidak ditanya lagi. Pokoknya pecat dan halalkan segala cara.

Setelah dipecat lalu dikarang logika. Dibocorkan dan Diumbar bak cerita dimedia massa

Sekitar Sabtu, 2/4 Lalu, saya diburu wartawan. Kepada saya diperlihatkan bocoran dokumen pemecatan saya.

Tentu saya menghindar. Karena saya sedang menjaga tidak bicara itu lagi.

Saya janji menjaga ketenangan meski beberapa pekan sebelumnya sudah terdengar kabar berita.

Saya jawab singkat, "No Comment Atau gak tahu".

Tapi sehari setelah itu semakin santer dan ramai dan beberapa stasiun TV mulai mengangkatnya.

Memang saya tidak paham karena surat yg bocor itu sy belum pernah terima.

Akhirnya Presiden partai bicara dan mengakui surat yang bocor itu. Sekitar Ahad, 3/4 sore.

Ketika saya di konfirmasi saya masih gak mau bicara. Karena ini tidak biasa.

Setahu saya, pemecatan kader ahli itu peristiwa luar biasa. Karena itu langka

Karena seseorang bisa sampai ke jajaran pimpinan tentu tidak mudah

Setelah proses pengadilan yang hati-hati (dalam kasus saya sangat ceroboh) baru ada keputusan bertahap

Setelah proses pengadilan yang hati-hati (dalam kasus saya sangat ceroboh) baru ada keputusan bertahap.

Itu tidak terjadi pada kasus saya. Maka setelah dua kali ikut sidang saya putuskan klarifikasi.

Tapi mereka tutup mata. Jalan terus tanpa kejelasan ada apa.

Kalau sudah dipecat, Harusnya ada fase sosialisasi. Paling tidak bicara dengan grup usroh (pembinaan) saya.

Surat dikirim ke s FH News:
truktur di atas saya.  Usroh, DPD, DPW, dll.

Dalam kasus pemecatan Yusuf Supendi, rumah ybs didatangi para pengurus.

Lalu surat disampaikan dan dibacakan. Lalu berpisah baik-baik sebagai saudara.

Ini adalah adab dan etika sebab partai tidak sedang menjalankan ambisi atau dendam pribadi belaka.

Tapi kepada saya, Ahad 3/4 malam, di masjid dekat rumah saya duduk setelah jama'ah isya.

Seseorang yang saya kenal bernama Abdullah datang menghampiri saya dengan gugup.

Dia terlambat ikuti jama'ah isya. Dan dia bilang datang membawa surat Sekretariat DPP.

Saya suruh dia sholat dulu dan sy bilang saya tunggu di rumah.

Mas Abdullah adalah OB (office Boy dan kurir) kantor DPP PKS.

Datanglah dia ke rumah dan menyerahkan surat dalam amplop putih yang cerah.

Saya tanya kenapa malam2? Dia bilang TKDAK tahu..ini perintah agar surat sampai segera.

Entah apa yang terjadi, pemecatan saya disampaikan oleh kurir surat yg tidak tahu apa2.

Saya bergumam dalam hati, "ya Allah segini saja harga saya setelah lama jalan bersama PKS"

Sebetulnya saya tidak sentimentil seperti itu tetapi saya menyayangkan hilangnya adab dan etika.

Partai ini tempat orang halus budi. Tempat orang merasakan cinta dan ukhuwah.

Tetapi karena niat dan motifnya sejak awal salah maka tindakan kasar dan tidak beretika terpaksa.

Sekarang, mereka mulai meneror struktur di bawahnya juga kader agar memutus hubungan dengan saya.

Tiba2 saya dikeluarkan dari banyak grup Washapp kader. Mereka dilarang mendiskusikan saya.

Ya Allah, orang-orang kerdil ini mengkudeta partai dakwah.

Sekarang,
Apa yang harus sy lakukan?
Setelah mereka mengusir saya dari rumah dakwah saya?

Dengan sepucuk surat, mereka merampas setengah dari hidup saya yang indah bersama dakwah.

Dengan sebuah keputusan mereka merampas persaudaraan saya bersama Ikhwah saya.

Mereka merampas tawa dan tangis, air mata dan darah bersama jama'ah.

Mereka ingin mengambil apa yang telah menjadi cerita di sepanjang jalan kenangan.

Apakah saya akan biarkan mereka mengambil semua kisah ini? Tentu tidak...saya akan bertahan.

Saya tidak akan pergi,
Saya tidak akan membiarkan kezaliman ini.
Saya akan bertahan.

Maka ijinkan saya ya Ikhwan,
Menguji keputusan yang ceroboh dan merusak ukhuwah kita ini

Ijinkan saya datang kepada negara hukum ini untuk melaporkan sebuah perbuatan melawan hukum.

Bukan untuk apa2 apa...Agar kebenaran kita diskusikan bersama. Agar kebenaran menjadi milik bersama.

Dan agar aku bisa kembali bersama dakwah. Kembali bersama Ikhwan dan Akhwat berjuang bersama.

Hanya itu.
Partai ini diberi nama "keadilan". Maka keadilan harus ada di antara kita. Jika ia ingin tegak di antara manusia.

Semoga Allah menjaga kita semua dan cukuplah Allah menjadi saksi kita

Ikhwan,
Ada yang sulit dijawab dan sulit diceritakan...

Yaitu jika Isteri dan anak kita bertanya, "apakah karena abah dipecat, kami tidak bisa ikut tarbiyah lagi?"

Ini pertanyaan paling mengguncang saya kemarin...

Karena kaderisasi dan tarbiyah kita telah menjadi milik keluarga dan anak2 kita.

Mereka telah membiasakan diri dalam tradisi halaqoh dan tarbiyah.

Tiba2 saya tidak lagi di rumah itu...maka wajar mereka bertanya apakah masih boleh berada di situ...

Aku mencoba menahan ekspresi...
Aku yakinkan mereka untuk bertahan...

Abang dan kakak yang mulai punya murabbi yg baik...mereka tetap harus di sana.

Aku dan istriku bertemu di jalan ini...suatu hari di bulan Ramadhan di Masjid Arif Rahman Hakim UI, 20 th lalu.

Kami keluarga dakwah...
Kami keluarga masa depan.

Tapi setiap perpisahan atau yang menjelangnya pastilah penuh keharuan...

Semoga Allah menjaga kami dalam ukhuwah dan dakwah-

Ya Ikhwan, maafkan saya jika berita2 ini merepotkan. Tetapi sy tidak memulai semuanya.

Semoga ini hanya sesaat seperti mendung dan gelap...menjelang hujan. Menyuburkan tanah kita.

Lalu bersemilah dan menjadi indah...indah pada waktunya...amin.

Dari twitter @fahrihamzah - Jumat 8/4/16