Hotel Grand Madani Syariah Mataram, 3 Juni 2017
1. Saya akan berkisah tentang perjalanan hidup. Saya pernah tinggal di kota ini. Tinggal kira-kira setahun lebih. Kuliah di Unram Fakultas Pertanian.
2. Tapi terus-menerus tes ulang UMPTN. Lulus di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah 3 kali tes.
3. Sebenarnya, dari seluruh kisah sukses orang-orang sukses itu, rumus sukses besar dan kecil sama aja rumusnya.
4. Kalau kita sudah hapal rumusnya, kita akan bisa terus sukses, karena hapal dengan jalannya.
5. Saya sedang berdiri di daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sangat rendah. NTB ini IPM-nya nomer dua dari bawah kalau tak salah.
6. Komponen IPM adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat dll.
7. Ada satu misteri dari rendahnya IPM NTB, ini harus kita bedah dan lawan. Di dalam diri kita berlembang mental agraris yang dominan.
8. Kita lemah sekali membangun mental pesisir. Mental pesisir kapasitas adaptasi pada perubahan lingkungannya lebih baik.
9. Seluruh transportasi jaman dulu didominasi oleh laut. Kita beraktivitas di laut dengan segala perubahan dan halangan.
10. Saya lahir di Utan, Sumbawa. Waktu SMA, ingin keluar dari kampung. Dulu ingin SMA di Lombok. Keluar kampung
11. Orangtua jaman dulu, agak sulit berpisah dengan anak. Anak ditahan. Ada hubungan yang syahdu. Bermanja-manja.
12. Dulu belum ada radio. Dulu di NTB siaran radio hanya RRI Siaran Makassar. Hanya itu chanel publik.
13. Yang khas kalau lagi puasa. Saat jelang berbuka puasa, ada lagu mendayu-dayu Ummu Kultsum.
14. Keindahan, seperti itu memilih orang tidak mau pergi.
15. Pada saat SMA, sudah sampai Mataram balik lagi ke Sumbawa. Sekolah di SMA Muhammadiyah. Kuliahnya baru di Mataram tinggal bersama keluarga.
16. Tahun 1989 ikut Kejurnas Pencak Silat, dan dapat perunggu. Dulu fisik kita masih bagus.
17. Tahun 1990 masuk Unram. Saya lihat, tes kuliah sangat susah sekali anak NTB masuk ke Jawa
18. Tahun berikutnya cuti kuliah dan pergi ke Jakarta. Ikut bimbel di jakarta. Guru-guru ajarin soal tes seperti makan kacang. Seperti teka teki silang.
19. Mencari orang NTB masuk UI mungkin 1 orang diantara seluruhbya di angkatan tersebut. Jaman saya, hanya saya.
20. Fekon UI dianggap fakultas sosial terbaik di Indonesia. Fekon menghasilkan menteri-menteri terbaik pada saat itu
21. Saya merenung. Bertemu orang-orang kaya itu. Lihat muka mereka. Simpulkan orang-orang ini wajib pinter. Karena miliki fasilitas.
22. Saya mencoba. Ada hal-hal yang tidak bisa berkompetisi dengan mereka. Kurikulum belajar mereka luar biasa.
23. Di kampung, sekolah kita tak serius. Tak ada les. Buku dilipat di kantong dan sering bolos ke sungai atau laut.
24. Akhirnya, saya ingin buktikan. Kalau di bidang akademik tak mampu, saya kuasai bidang lain. Saya mendalami agama.
25. Ada hal-hal yang harus permanen dalam diri kita. Tidak bisa dimatikan dan dihilangkan. Itu hak semua orang.
26. Lingkungan, yang membuat kita berubah. Bahwa kita berada dalam lingkungan tertentu, iya. Tapi harus ada yang menjadi bagian tetap kita.
27. Tiga hal ini harus kita jaga. Pertama, kekuatan fisik kita. Ini sumber pertahanan dan daya tahan kita.
28. Jangan merusak badan kita. Jangan memasukkan barang yang merusak. Mentradisikan aktivitas yang menyehatkan badan dan menjaga fisik.
29. Rasul suka madu, suka kurma dan daging murni, suka olahraga. Ini penting sekali. Kekuatan ini harus ada. Harus kuat.
30. Laki-laki tidak boleh klemar-klemer. Kita tinju batu-batu. Berlari. Push up. Tantang diri anda. Jantung dan paru-paru kita harus sehat
31. Banyak orang terganggu gara-gara kelemahan fisik ini. Tidak bisa meneruskan perjalanan hidup dan prestasi gara-gara ini.
32. Diajak jalan, latihannya 3 hari. Sakitnya tiga minggu.
33. Kedua, kapasitas pengetahuan. Ini harus ditingkatkan. Belajar membaca. Pesan Alquran pertama membaca
34. Jangan ada peristiwa yang tidak kita pahami. Membaca banyak ilmu. Mentradisikan berfikir yang kuat
35. Hari ini kita mengalami ancaman. Membaca handphone, membaca medsos, tapi dangkal. Tidak ada ilmunya. Perbanyaklah baca buku.
36. Puasa ini detoksifikasi agar siap dalam challenge di 11 bulan. Tapi Ramadhan juga diturunkan Alquran. Membaca.
37. Membaca sekali lagi harus benar-benar kuat. Jangan habiskan waktu membaca medsos, whatsapp dan seterusnya.
38. Komik memperpendek imajinasi. Novel, roman dan buju-buku filsafat itu bisa membuat imajinasi tinggi. Baca buku yang tak ada gambar.
39. Membaca sehingga kita memiliki kapasitas keilmuan yang tinggi dan kepercayaan diri yang tinggi
40. Terakhir, mengisi ruhiyah. Spiritualitas kita agar dekat dengan Allah. Jiwa kita harus terisi dengan sumber kekuatan
41. Ramadhan itu perbanyak ubudiyah. Jiwa kita menjadi jiwa yang matang dan tidak dapat dihancurkan
42 jiwa yang membaja dan memiliki kematangan. Jiwa yang kokoh. Membara menyala-nyala.
43. Kalau itu semua sudah bisa kita jalankan, maka kita tentukan challenge tantangan di depan kita
44. Tapi yang paling penting adalah apa yang ada di dalam diri kita. Itu yang kita jaga.
45. Kalau pengetahuan kita tinggi, fisik kita kuat; jiwa kita kokoh, kita tidak gampang terombang ambing.
46. Tidak gampang merajuk dan marah dan kecewa. Maka kita akan mudah berkompetisi
47. Bangsa ini gampang kalah. Gampang diintimidasi dan gampang marah. Atau punya sifat destruktif. Ada Amuk massa. Jiwanya terdidik lemah.
48. Apapun yang terjadi, harusnya kita mampu berdialog. Mengatakan yang teguh. Mendiamkan yang sinis dan marah
49. Kalau ada kesusahan, kalau ada musibah, istighfar. Kalau ada kebaikan dia ucap alhamdulillah. Semua baik bagi jiwanya. Itulah jiwa penuh ketegaran.
50. Tidak bagus nangis itu. Bangsa kita terlalu mengentertain tangisan. Menangis itu bagus kalau hanya didepan Allah. Kalau didepan orang, tidak bagus
51. Doa kesulitan jiwa harus kita kuasai. Doa terlepas dari kesulitan hidup adalah doa tangga jiwa.
52. Tantanglah jiwa kita. Orang Islam adalah orang yang merdeka hidupnya. Maka pagi-pagi bangun tak ada kesedihan.
53. Kalau kita lemah jiwanya, lemah fisiknya, dan lemah akalnya, maka akhirnya kita menghibur diri kita dengan Humor-humor dangkal
54. Kita menjadi tidak berani sedekah. Takut dan pengecut.
55. Kita selalu minta tolong orang. Menyandarkan diri kepada manusia dan orangtua. Manja dan memble.
56. Tidak berani berkorban dan mengambil resiko. Banyak hutang dan akhirnya gampang diintimidasi
57. Semua individu dan bangsa yang terlilit kelemahan seperti ini, punya penyakit jiwa. maka dia tidak dipandang oleh siapapun oleh bangsa manapun
58. Orang-orang yang lemah jiwanya gampang tertekan. Gampang marah. Tidak berani mengambil keputusan.
59. Kalau jadi pemimpin, dia diam karena tidak pernah mengambil resiko. Kelemahan jiwa dan lunglainya jiwa berarti satu; kita mati.
60. Karena, kematian jiwa adalah kematian yang sesungguhnya.
______
ACT Center adalah lembaga yang berikhtiar untuk pengembangan sumberdaya manusia. Mengembangkan Skill dan pengembangan kepribadian diri. Mottonya; "Be actioner, be transformer, actually". ACT Center diketuai oleh Najamuddin Amy, S.Sos.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar