Jumat, 09 Juni 2017

SISA UMUR SAYA UNTUK MELAWAN TIRANI


(Twit tanggapan atas ocehan @zuhairimisrawi soal Ahmadiyah di Depok)

Saya memandang orang2 seperti @zuhairimisrawi  tidak tekun berpikir... akhirnya geser masuk jurang sentimentil... terutama kepada PKS...

Saya mengikuti semua perkembangan pemikiran orang2 yang menyebut dirinya liberal seperti @zuhairimisrawi gak ada kemajuan..

Terutama dalam cara mereka membaca dinamika demokrasi di Indonesia... dangkal dan emosional.. lebih parah setelah partisan...

Ada berapa yang menjadi lebih matang,  dan menyadari bahwa motif juga penting dalam berpikir...

Dalam islam niat adalah rukun dari semua hal... maka kaum liberal yang niatnya tidak dewasa makin kelihatan kekanak2an..

Serangan @zuhairimisrawi kepada PKS selama ini adalah kekanak2an, dangkal dan bermotif permusuhan...

Saya juga punya kritik yang lalu dianggap musuh oleh segelintir elite PKS... tapi jangan lupa, PKS adalah karya mulia...

Saya ikut mendirikan PKS dan saya tahu bagaimana sulitnya mentransformasi sebuah gerakan islam menuju negara..

Kalau bung @zuhairimisrawi dan kawan2 ingin tuntas, saya sarankan membaca buku @anismatta "Dari Gerakan Ke Negara"

Dalam zaman otoriter gerakan islam dimusuhi oleh negara akhirnya menjadi gerakan informal.. itulah nasibnya...

Tapi siapa sih yang tidak di musuhi oleh penguasa? PDIP tempat bung @zuhairimisrawi berkarir juga musuh pemerintah otoriter dulu.

Tetapi setelah rezim otoriter berdiri kita semua berbenah, demokrasi kita terima sebagai platform bersama...

Platform itu kita isi dengan cara kita masing2 dan kita menentang penyeragaman atas nama apapun..

Tetapi setelah rezim otoriter berhenti kita semua berbenah, demokrasi kita terima sebagai platform bersama...

Platform itu kita isi dengan cara kita masing2 dan kita menentang penyeragaman atas nama apapun..

Sekarang, kalau PKS mengisi ruang kosong yang ikut diciptakannya, saudara mau apa?

Saya membaca CV anda ke mana2 bilang "Moderate Muslim" tapi kenapa anda gagal memahami moderasi PKS?

PKS ini sudah 20 tahun berada sebagai partai dan menjadi partisipan dalam negara apa salahnya?

PKS sudah memimpin ratusan pemda dan mengirimkan ribuan kader sebagai pejabat publik kenapa rupanya?

Kalau ada yang melanggar hukum saudara lapor aparat penegak hukum..kalau melanggar konstitusi pasal berapa?

Saya lebih mengerti partai ini bung @zuhairimisrawi dan saya bisa menjawab semua pertanyaan anda...

Ada dugaan saya bahwa saudara makin trauma dengan timur tengah maka apa saudara bisa waras kalau traumatik?

Soal ikhwanul muslimin atau IM misalnya, mungkin anda trauma karena anda sekolah di sana... tapi semua ilmiah dan bisa dijelaskan..

Ikhwan dan para pendirinya punya tugas sejarah yang pada masanya telah berjasa luar biasa..

Tapi ikhwan tidak punya metode lengkap menuju negara dan itulah yang menjelaskan apa yang terjadi sekarang..

Maka tugas generasi baru adalah melengkapi perjalanan...termasuk memperbaiki cara memandang negara...

Maka tugas generasi baru adalah melengkapi perjalanan... termasuk memperbaiki cara memandang negara...

Itu hanya mungkin terjadi di ruang demokrasi...bahkan ruang itu tidak disediakan oleh negara yang menyebut diri Islam..

Saya sendiri sekarang mengamati para pemikir eksperimental baru seperti @R_Ghannouchi di Tunisia..

Sama dengan saya, beliau bilang nabi SAW  dulu mendirikan negara sipil madani bukan negara agama...

Dan pandangan ini final ketika PKS tahun 1998 mendirikan partai dan menjadi bagian dari negara sipil ini...

Maka, semua tentang PKS sudah ada dasarnya : ada konstitusi UUD1945 ada UU Parpol... dan UU lain yg relevan..

Sekarang saya mau menjawab spesifik soal Ahmadiyah dan walikota depok... meski saya gak paham apa yg terjadi..

Tapi PKS sudah memimpin depok 3 periode dan 2 periode oleh Dr. NURMAHMUDI ISMAIL mantan menteri kehutanan era Gusdur.

Seorang walikota kalau melanggar UU dia boleh dilaporkan ke polisi atau DPRD sehingga dia bisa dipersoalkan..

Partai anda, PDIP juga salah satu partai terbesar di Depok. Tentu PDIP akan bertindak tegas kalau walikota melanggar UU...

Maka demik FH News:
ianlah demokrasi kita mengatur semuanya melalui hukum...termasuk menghadapi perbedaan yang ada..

Sebagai intelektual bung @zuhairimisrawi seharusnya mendukung pendekatan dialog dan penegakan hukum..

Saya heran kenapa anda @zuhairimisrawi  bisa gembira banget kalau presiden secara sepihak  membubarkan ormas?

Bukankah nanti bisa mengundang presiden yang datang kemudian bisa membubarkan siapa saja? Termasuk Ahmadiyah...

Padahal,
Tugas kita sebagai intelektual adalah melarang eksekutif mengambil tugas judikatif...

Eksekutif seharusnya mengembangkan dialog dan menggunakan instrumen penegakan hukum yang ada dalam kendalinya...itu aja.

Segala ancaman kepada kebebasan bersyarikat dan berkumpul serta menyampaikan pendapat secara lisan dan tulisan harus dilawan..

Inilah demokrasi kita bung @zuhairimisrawi dan PKS dalam 19 tahun ini telah menyumbang untuk semua ini..

Saya sayangkan anda menjadi yang panik bersama yang panik dan kurang pengetahuan soal demokrasi kita..

Dan lebih disayangkan jika anda terlibat menjual keraguan kepada orang lain terhadap  sesama anak bangsa seperti PKS..

PKS adalah ikhtiar mulia bung @zuhairimisrawi dan partai ini tidak dimulai dengan adanya uang atau tokoh.

PKS digerakkan oleh cita2 membangun bangsa yang mandiri dan punya wibawa di mata dunia...

Saya memang menyayangkan pimpinan yang sekarang yang makin kurang membuka dialog...tapi itu kan mirip anda juga..

Saya memang menyayangkan pimpinan yang sekarang yang makin kurang membuka dialog...tapi itu kan mirip anda juga..

Yang saya lawan di mana pun adalah kemalasan berbeda pendapat...karena itu musuh demokrasi kita..

Tidakkah bung @zuhairimisrawi mendengar pidato "gebuk" dan "bubarkan" dengan perasaan terganggu?

Saya akan gunakan sisa umur saya untuk melawan tirani...meski dia berwajah ramah...mudah senyum dan santun..

Tetapi saya akan membela perbedaan di antara kita dengan cara yang telah kita sepakati bersama...bukan sepihak..

Dari jauh saya mendoakan agar anda dan para pimpinan PKS sekarang lebih mengerti cara menghargai perbedaan...

Agar taman NKRI kita tumbuh seribu bunga yang harum semerbak ke seluruh din...mengharumkan nama bangsa dan agama..

Amin….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar