Kamis, 29 Juni 2017

PELAJARAN DARI KOREA SELATAN : PEMBERANTASAN KORUPSI HARUS BERSANDINGAN DENGAN PERLINDUNGAN HAK-HAK SIPIL

1.Saya cicil sedikit tulisan kecil soal Indonesia, 
Korea Selatan dan Korea secara umum.

2.Setelah itu saya akan menceritakan sedikit bagaimana mereka memberantas korupsi

3.Saya mengembangkan riset tentang cara memberantas korupsi di Korea Selatan sebagai pelengkap apa yang saya sudah tulis.

4.Dalam buku "Demokrasi, Transisi dan Korupsi " yang saya tulis tahun 2012 saya sudah bikin perbandingan

5.Tetapi tentang Korea Selatan belum ada. Kisah sukses di Hongkong, Australia, Amerika, dll sudah saya tulis. 

6.Saya tertarik dengan pola Korea Selatan ini karena antara kita dan mereka banyak kesamaan.

7.Kita sama2 merdeka Agustus 1945 hanya berbeda 2 hari. Kita tanggal 17 mereka duluan 15 agustus.

8.Kita sama2 merdeka setelah jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu Agustus 1945.

9.Tapi negara mereka pecah dan terjadi perang saudara. Negara kita masih utuh.
Alhamdulillah.

10.Kita ambil contoh Korea Selatan. Bukan Korea Utara. Karena Korea Selatan menganut demokrasi seperti kita.

11.Dan yang membuat kontras adalah itu. Korea Utara terbelakang secara ekonomi dengan paham komunis.

12.Sementara Korea Selatan maju dalam pelukan demokrasi. Indonesia juga berdemokrasi tapi nampak jalan di tempat.

13.Tapi kenapa mereka bisa berpikir lebih maju padahal mereka selalu ada dalam bahaya dan ancaman perang?

14.Mari kita lihat sejenak perbandingan statistik Indonesia dan Korea Selatan.

15.Dari sisi penduduk Indonesia lebih banyak 5 kali penduduk korea selatan. RI 250-an juta korsel 50-an juta.

16.Tapi tanah kita lebih banyak. Maka kepadatan mereka lebih tinggi 503/km2 sementara kita 124/km2.

17.Tapi coba kita lihat perbandingan GDP atau produk domestik bruto antara keduanya. Jauh sekali bedanya.

18.Statistiknya mungkin tidak terlalu akurat tapi yang jelas angkanya sangat jauh.

19.Korea Selatan memiliki pendapatan perkapita 36.000-an USD/tahun sementara kita hanya 12.000-an $US.

20.Korea Selatan menjadi negara paling sejahtera nomor 29 sementara kita nomor 96 (jauh kan?)

21.Belum lagi kita bicara di sektor lain, pendidikan, budaya, teknologi dll. Korea hari ini makin agresif.

22.Mereka mengekspor produk budaya dan teknologi mereka ke seluruh dunia secara masif.

23.Dan ini yang membuat semakin hari Korea Selatan semakin maju. Bahkan mereka semakin independent.

24.Presiden yang baru terpilih 2 bulan ini Moon Jae In adalah figur baru yang berpikir lebih merdeka dari China dan US.

25.Saya hanya bisa mengucapkan selamat kemarin saat makan siang, semoga dia menjadi mitra Indonesia yang baik.

26.Saya telah menyampaikan minat DPR RI untuk bekerjasama dalam legislasi anti korupsi kepada ketua DPR Korea Selatan

27.Hal ini menarik karena kita relatif sama dalam legislasi anti korups korea selatan.

28.Kita meratifikasi United Nation Convention on Anti corruption (UNCAC) lebih awal dari mereka.

29.Tetapi UU KPK dan UU KICAC (Korean Independent Commission Against Corruption) sama2 lahir tahun 2002.

30.Tahun 2008 korsel menggabungkan KICAC dengan Ombudsman dan Administrative Appeals Comission menjadi ACRC.

31.PERUBAHAN INI tidak lain karena adanya permintaan masyarakat sipil agar pemberantasan korupsi harus terkoordinasi.

32.Kelas menengah Korea Selatan nampaknya paham betul cara kerja lembaga demokrasi.

33.Itulah sebabnya ACRC adalah kependekan dari Anti CORRUPTION and Civil Right Commission.

34.Bahwa pemberantasan korupsi harus bersandingan dengan perlindungan hak2 dan kebebasan sipil warga negara.

35.Tentang diskusi saya dengan Transparency International Korea (TIK) Dan ACRC akan saya tulis kemudian.

Terima kasih.

Twitter @Fahrihamzah
20.49-21.25  28/6/2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar