01. Mereka mana paham gerakan, orang bergeraknya hanya di masjid-masjid menggaungkan konsep tauhid dan islam yang tak pernah syumul
02. Mereka mana paham bau anyirnya darah perjuangan, orang berjuangnya hanya mendakwahi orang-orang yang sudah baik di majelis ilmunya
03. Mereka mana paham bau apeknya keringat yang berucuran saat berjaga di medan laga, orang keringatnya selalu tertahan oleh nyaman sejuknya ruangan sambil meneriakkan bidah
04. Mereka mana paham likunya menegakkan al haq di tengah debu-debu subhat pemerintahan, orang mereka terlalu sibuk berkumpul mendekap sajadah sembari mengamini buruknya akhir zaman sembari berharap pertolongan Allâh datang
05. Mereka mana paham yang mana terorisme yang mana jihad, yang mana perjuangan yang mana pemberontakan, orang merasa hanya memegang satu dalil kemudian menafikkan yang lain karena tidak sejalan dengan pemikiran
06. Ya, mereka mana paham. Jika kita pelajari pergerakan aksi Ikhwan di belahan dunia yang lebih banyak menahan diri dari perlawanan mengangkat senjata -kecuali Hamas-, kemudian liat aksi 212 yang sedemikian damainya juga, jangan-jangan fikroh Ikhwan sudah mendarah daging di Indonesia (?)
07. Ya, mereka mana paham, orang saat semua itu terjadi, mereka sedang asyik menertawai amalan orang kebanyakan sembari mengamini ini itu bidah dholalah.
08. Ikhwah, bersabarlah, tetaplah menahan diri dari melayani debat dengan mereka. Sesungguhnya mereka hanya tidak paham.
Jogja, 28 Ramadhan 1438 H
Ale Ikhwan Jumali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar