Jumat, 09 Juni 2017

PARTAI INI BUKAN PUNYA KITA

Ada yg menarik di PKS yaitu beberapa doktrin yang menjadi kesadaran dasar.

Misalnya salah satu doktrin yang mengatakan bahwa "partai bukan punya kita tapi punya Tuhan"...

Doktrin ini menurut saya kompleks tetapi sangat modern..

Ini tentu bermuara pada banyak filsafat moderen..yang materialis atau yang idealis...

Doktrin PKS sebagai partai Islam tentu dekat dengan kaum idealis..

Eric Fromn misalnya dalam "To Have or to Be?

Fromn mengritik masyarakat modern yang semakin ingin MENGUASAI daripada MENJADI..

Di sini Doktrin PKS mendapat tempat...bahwa partai bukan punya kita..jangan terlalu ingin memiliki..dia punya Tuhan.

Ada bahaya kalau kita terlalu ingin memiliki...jiwa kita tertawan..kita terbelenggu...kata Fromn..

Kekuasaan juga demikian, termasuk kekuasaan dalam partai dan negara..

Kekuasaan dan jabatan dalam partai dan negara tidak boleh dimiliki..dia hanya diperankan

Jika kita terjebak memiliki itulah yang membuat kita menjadi otoriter...

Ini yang disebut sindrom Louis IV di Perancis, ketika dia mengatakan L'Etat c'est Moi...negara adalah aku.

Maka jadilah pejabat itu semau gue...kritik kepada dia dianggap membahayakan negara..

Memori kita kembali ke orde baru..ketika obsolutisme menguat, kritik kepada pejabat jadi bencana bahagia rakyat..

Itukah harapan PKS sebagai partai moderen?

Dalam PKS sangat jelas antara struktur dan pribadi. Seperti prinsip demokrasi

Manusia dan pimpinan datang dan pergi...partai dan strukturnya bertahan

Maka kesalahan pribadi bukan kesalahan partai. Pimpinan bukan partai. Partai bukan pimpinan

Rasanya kesadaran ini adalah kesadaran yang modern tentang organisasi

Maka dalam partai pimpinan yang harus sadar diri dan penuh kerendahan hati

Loyalitas dan kepercayaan kepada pimpinan sangat terkait kepada kapasitas dan kejujurannya sebagai pimpinan

Loyalitas tidak otomatis didapatkan begitu memegang kuasa...tapi oleh rasa

Kekuasaan bukan hak milik yang mutlak tapi amanah dan pertanggungjawaban

Maka agak kaget kita mendengar sebagian kosa kata pimpinan PKS belakangan ini

Mereka menganggap pimpinan tidak boleh didebat, keputusannya mutlak. Padahal menerabas ruang publik negara

Memerintahkan pejabat publik mundur menurut saya adalah pelanggaran berat kepada hukum tata negara

Sehingga itu saya jadikan perdebatan tapi didalam dijadikan dasar tindak indisipliner

Di zaman dahulu saya sering berbeda pendapat dengan pimpinan partai biasa saja

Karena partai dipimpin oleh manusia biasa...pasti mungkin salah dan lupa

Sehingga loyalitas kepada manusia sangat terkait dengan loyalitas kepada hukum

Inilah modernitas PKS yang saya ikut bersama sejak awal

Dulu banyak yang kritis kepada pimpinan.  Termasuk yg menjabat sekarang. Tapi dianggap wajar

Dulu banyak yang menulis bahkan menyerang ceramah dan kebijakan partai biasa saja. Tetap boleh jadi kader

Dulu banyak yang menyerang pikiran pimpinan dan menulis kritik di media dibiarkan

Karena bukankah kita hidup dalam demokrasi? Bukankah di sini pikiran diadu?

Muara dari kekakuan ini karena kita ingin memiliki (partai ini)...di sini salahnya

Sewaktu Presiden PKS bilang bahwa saya disuruh minta maaf kalau mau kembali artinya hukum negara gak dianggap

Gugatan saya kepada negara adalah kesadaran sebagai warga negara hukum.

Hukum negara harus lebih tinggi dari hukum partai. Begitulah.

(Kultwit @Fahrihamzah 17:28 · 19 Apr 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar